Ada Korupsi di Universitas Islam Negeri Sultan Thaha Saifuddin Jambi, Jaksa Tahan 3 Tersangkanya

Ada Korupsi di Universitas Islam Negeri Sultan Thaha Saifuddin Jambi, Jaksa Tahan 3 Tersangkanya.
Ada Korupsi di Universitas Islam Negeri Sultan Thaha Saifuddin Jambi, Jaksa Tahan 3 Tersangkanya.

Jaksa melakukan penahanan terhadap tiga tersangka kasus korupsi Pembangunan Gedung Auditorium Serbaguna Universitas Islam Negeri Sultan Thaha Saifuddin Jambi Tahun Anggaran 2018.

Ketiga tersangka yang ditahan itu adalah inisial H Bin AM selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), JS selaku Direktur Utama PT LU dan IZ Bin HMY selaku Kuasa Direktur PT LU. Penahanan terhadap ketiganya dilakukan pada Selasa, 26 November 2019.

Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung (Kapuspenkum) Mukri menuturkan, guna menindaklanjuti Surat Perintah Penyidikan Kepala Kejaksaan Tinggi Jambi Nomor: Print- 14/L.5/Fd.1/11/2019 tanggal 26 november 2019, Tim Jaksa Penyidik bergegas menuntaskan perkara dugaan tindak pidana korupsi dalam pelaksanaan kegiatan Pembangunan Gedung Auditorium Serbaguna Universitas Islam Negeri Sultan Thaha Saifuddin Jambi Tahun Anggaran 2018.

“Setelah dilakukan pemeriksaan saksi-saksi secara marathon, dari hasil penyidikan diperoleh bukti awal terjadinya dugaan korupsi yang mengarah pada keterlibatan 3  orang untuk sementara ini,” tutur Mukri, di Jakarta, Selasa (26/11/2019).

Ketiga tersanga dijerat dengan sangkaan melanggar primair yakni pasal 2 ayat 1 junto pasal 18 Undang-Undang Nomor 31 tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 tahun 2001 tentang perubahan Undang-Undang Nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi junto  pasal 55 ayat 1 ke-1KUHP.

Juga dengan sangkaan subsidiair pasal 3 junto pasal 18 Undang-Undang  Undang-Undang Nomor 31 tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 tahun 2001 tentang perubahan Undang-Undang Nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi junto  pasal 55 ayat 1 ke-1KUHP.

Dugaan korupsi di Pembangunan Gedung Auditorium Serbaguna Universitas Islam Negeri Sultan Thaha Saifuddin Jambi Tahun Anggaran 2018 menimbulkan kerugian keuangan Negara, yang ditaksir mencapai Rp 12 miliar lebih, yakni sebesar Rp.12.820.575.104,83.

“Jadi, untuk kepentingan penyidikan, ketiga tersangka saat ini dilakukan penahanan selama 20 hari. Terhitung tanggal 26 November 2019 sampai dengan tanggal 15 Desember 2019,” tutup Mukri.(JR)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*