Ada Informasi Sebanyak 230 Ribu Data Pasien Covid-19 Dari Indonesia Bocor Dan Dijual, Menkominfo Johnny G Plate: Kami Akan Evaluasi Data Center

Ada Informasi Sebanyak 230 Ribu Data Pasien Covid-19 Dari Indonesia Bocor Dan Dijual, Menkominfo Johnny G Plate: Kami Akan Evaluasi Data Center. – Foto: Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G Plate. (Net)
Ada Informasi Sebanyak 230 Ribu Data Pasien Covid-19 Dari Indonesia Bocor Dan Dijual, Menkominfo Johnny G Plate: Kami Akan Evaluasi Data Center. – Foto: Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G Plate. (Net)

Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G Plate menyampaikan, pihaknya akan melakukan evaluasi Data Center dari Kementerian dan Lembaga terkait, dikarenakan adanya kebocoran data pasien virus Corona atau Covid-19 dari Indonesia dan dijual ke pihak lain.

Hal itu ditegaskan politisi Partai Nasional Demokrat (Nasdem) itu, begitu mengetahui adanya informasi bahwa sebanyak 230 ribu data pasien Covid-19 dari Indonesia bocor dan diperjualbelikan.

“Kominfo akan berkoordinasi untuk mengevaluasi Data Center Kementerian dan Lembaga lainnya yang terkait. Semoga di Data Center lainnya juga aman,”tutur Johnny G Plate ketika dikonfirmasi, Minggu (21/06/2020).

Menkominfo Johnny G Plate mengaku, data yang ada di Kementerian yang dipimpinnya sejauh ini masih aman. Dia berjanji akan segera menelusuri informasi kebocoran data pasien Covid-19 itu.

“Database Covid-19 dan hasis introperabilitas maupun cleansing  yang ada di Data Center Kominfo aman. Kami akan menelusuri berita tersebut dan akan berkoordinasi dengan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) yang membawahi keamanan dan recleansing data Covid-19,”tandas Johnny G Plate.

Sebelumnya, ada dugaan bahwa 230 ribu data warga terkait Covid-19 bocor dan dijual oleh hacker di forum dark web RapidForums.

Data-data yang dijual itu lengkap mulai dari nama, status kewarganegaraan, tanggal lahir, umur, nomor telepon, alamat rumah, Nomor Identitas Kependudukan (NIK), dan alamat hasil tes covid-19.

Selain itu, hasil tes covid-19 juga muncul secara detail dalam basis data tersebut. Data yang dijual berupa gejala, tanggal mulai sakit, dan tanggal pemeriksaan. Di sini, pengguna dapat mengakses RapidForums dengan mengaktifkan VPN terlebih dahulu.

Akun penjual bernama Database Shopping menyatakan basis data terkait covid-19 mulai bocor pada 20 Mei 2020 lalu. Namun, ia mulai menjual data pasien atau warga yang terkait wabah corona pada Kamis (18/6/2020).

Penjual sendiri mulai bergabung dalam RaidForums pada Mei 2020. Dia memiliki tingkat reputasi sebesar 30 memiliki 60 post dan 20 thread.(JR)

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan