Ada Direktur PT Top Star Plastik Dalam Pemeriksaan Saksi Kasus Korupsi Pengadaan Alat Mesin Di Kementerian Pertanian

Ada Direktur PT Top Star Plastik Dalam Pemeriksaan Saksi Kasus Korupsi Pengadaan Alat Mesin Di Kementerian Pertanian. – Foto: Kantor Kementerian Pertanian Republik Indonesia (Kementan RI). (Net)
Ada Direktur PT Top Star Plastik Dalam Pemeriksaan Saksi Kasus Korupsi Pengadaan Alat Mesin Di Kementerian Pertanian. – Foto: Kantor Kementerian Pertanian Republik Indonesia (Kementan RI). (Net)

Direktur PT Top Star Plastik Teddy Hidayat diperiksa sebagai saksi dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi pada pengadaan Alat Mesin Pertanian atau Alsintan di Kementerian Pertanian Republik Indonesia (Kementan) Tahun Anggaran 2015.

Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung (Kapuspenkum) Hari Setiyono menyampaikan, pemeriksaan terhadap Direktur PT Top Star Plastik Teddy Hidayat dilakukan di Gedung Bundar, kantor Jaksa Agung Muda Pidana Khusus Kejaksaan Agung (Jampidsus), di Komplek Kejaksaan Agung, pada Kamis, 18 Juni 2020.

Tim Jaksa Penyidik pada Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Agung melakukan pemeriksaan  tambahan 1 (satu) orang saksi, yang sebelumnya pernah diperiksa dan terkait dengan perkara tindak pidana korupsi dalam pengadaan alat mesin pertanian (alsintan) pada Kementerian Pertanian Republik Indonesia (Kementan RI) Tahun Anggaran 2015.

“Saksi yang sebelumnya diperiksa sebagai saksi pada hari Selasa tanggal 9 Juni 2020 dan pada Kamis, 18 Juni 2020 diperiksa kembali, sebagai pemeriksaan tambahan. Yaitu Teddy Hidayat selaku Direktur PT Top Star Plastik,” tutur Hari Setiyono, Minggu (21/06/2020).

Hari Setiyono melanjutkan, Direktur PT Top Star Plastik Teddy Hidayat diperiksa kembali sebagai saksi, karena pada pemeriksaan sebelumnya dianggap kurang keterangannya. Dan terdapat perkembangan fakta hukum yang berkaitan dengan proses pengadaan alat mesin pertanian yang dianggap gagal.

“Dan saksi Teddy Hidayat sebagai pihak penyedia barang pengadaan alsintan dianggap keterangan sebelumnya kurang lengkap, sehingga diperiksa kembali,” ucap Hari Setiyono.

Pemeriksaan saksi dilaksanakan dengan memperhatikan protokol kesehatan tentang pencegahan penularan Covid-19.

Antara lain, dengan memperhatikan jarak aman antara saksi dengan Penyidik yang sudah menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) lengkap. Bagi saksi, wajib mengenakan masker dan selalu mencuci tangan menggunakan hand sanitizer sebelum dan sesudah pemeriksaan.(JR)

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan