Ada Boss Memperkosa Stafnya Berkali-kali; Pak Presiden, Gerakan Revolusi Mental Gagal di BPJS Ketenagakerjaan

Ada Boss Memperkosa Stafnya Berkali-kali; Pak Presiden, Gerakan Revolusi Mental Gagal di BPJS Ketenagakerjaan.

Tindakan memperkosa staf honorernya oleh salah seorang bos di Dewan Pengawas Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (Dewas BPJS Ketenagakerjaan), menunjukkan kegagalan para pejabat di institusi itu melaksanakan Gerakan Nasional Revolusi Mental.

Presiden Joko Widodo sebagai penggagas dan sekaligus pemilik visi misi pemerintahannya dengan Revolusi Mental itu pun diminta turun tangan membereskan bobroknya mentalitas para pejabatnya di BPJS Ketenagakerjaan.

Ade Armando, seorang aktivis yang Pro Jokowi, sekaligus sebagai seorang Dosen di Universitas Indonesia (UI) dan beberapa kampus di Jakarta, mengaku kaget setengah mati, mendapat curhatan dari salah seorang Mahasiswinya yang bernama Rizky Amelia alias Amel, yang diperlakukan bagai budak seks dan diperkosa berkali-kali oleh bos-nya sendiri, yang bekerja sebagai Anggota Dewan Pengawas Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (Dewas BPJS Ketenagakerjaan).

Kekagetan yang sama juga dialami oleh Koordinator Advokasi BPJS Watch, Timboel Siregar, begitu mengetahui apa yang terjadi dengan perempuan lajang berusia 27 tahun itu.

“Aigh, gilaaa, revolusi mental kok begitu? Ini harus diusut tuntas. Pak Presiden Jokowi harus turun tangan nih,” tutur Timboel, saat bersama-sama Ade Armando dan sejumlah aktivis melakukan pendampingan dan menggelar jumpa pers dengan Amel, di Gedung Saiful Mujani Research & Consulting (SMRC), Cikini, Jakarta Pusat, Jumat (28/12/2018).

Selain Presiden, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Puan Maharani juga diminta pro-aktif menuntaskan persoalan ini.

Soalnya, untuk urusan revolusi mental, pencanangan pertama kali digelar oleh BPJS Ketenagakerjaan bersama Menko PMK Puan Maharani. Pencanangan Gerakan Nasional Revolusi Mental (GNRM) itu dilakukan di BPJS Ketenagakerjaan, pada Rabu, 23 Maret 2016.

Pada saat itu, Menko PMK Puan Maharani menegaskan, praktik Gerakan Nasional Revolusi Mental (GNRM) itu harus dapat dilihat secara nyata dalam bentuk perubahan-perubahan cara berpikir, cara kerja dan cara hidup. Visi itu pula yang sejalan dengan apa yang dikumandangkan Presiden Joko Widodo, Revolusi Mental.

“Presiden Jokowi, Ibu Menko PMK, Direksi BPJS Ketenagakerjaan, Dewas BPJS Ketenagakerjaan, aparat hukum, ya mesti turun tangan menangani persoalan ini,” ujar Timboel.

Amel memang bekerja sebagai salah seorang staf honorer di Dewas BPJS Ketenagakerjaan. Perempuan berparas cantik itu direkrut sebagai Personal Assistant (PA) oleh anggota Dewas BPJS Ketenagakerjaan Syafri Adnan Baharuddin atau SAB.

Sembari bekerja sebagai PA bagi Syafri, Amel sedang menyelesaikan studi Pasca Sarjananya di Universitas Pelita Harapan (UPH) Jakarta. Nah, Ade Armando adalah salah seorang dosennya Amel juga.

Menurut Amel, dirinya penuh ketakutan dan kecemasan selama bekerja menjadi staf Dewas BPJS Ketenagakerjaan. Dia merasa lemah, dan hampir putus asa. Bahkan sudah pernah berupaya menghabisi naywanya, dikarenakan Syafri Adnan Baharuddin selalu berupaya mengkondisikan dirinya untuk melayani nafsu bejat, nge-seks. Di kantor maupun di luar kantor.(JR)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*