4 Pengurus PT Tekno Agri Jaya Dan 2 Pokja E-Catalog LKPP Digarap Jaksa Dalam Pengusutan Kasus Korupsi Alsintan Di Kementerian Pertanian

4 Pengurus PT Tekno Agri Jaya Dan 2 Pokja E-Catalog LKPP Digarap Jaksa Dalam Pengusutan Kasus Korupsi Alsintan Di Kementerian Pertanian. – Foto: Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung (Kapuspenkum) Hari Setiyono. (Net)
4 Pengurus PT Tekno Agri Jaya Dan 2 Pokja E-Catalog LKPP Digarap Jaksa Dalam Pengusutan Kasus Korupsi Alsintan Di Kementerian Pertanian. – Foto: Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung (Kapuspenkum) Hari Setiyono. (Net)

Sebanyak 4 orang pengurus PT Tekno Agri Jaya diperiksa sebagai saksi dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi pada pengadaan Alat Mesin Pertanian (Alsintan) di Kementerian Pertanian (Kementan) Tahun Anggaran 2015.

Pemeriksaan terhadap keempat pengurus PT Tekno Agri Jaya itu telah dilakukan pada Rabu, 17 Juni 2020.  Tim Jaksa Penyidik pada Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Agung, kembali melakukan pemeriksaan 6  orang saksi yang terkait dengan perkara tindak pidana korupsi dalam pengadaan alat mesin pertanian (alsintan) pada Kementerian Pertanian Republik Indonesia (Kementan RI) Tahun Anggaran 2015. Dari 6 saksi, 4 orang adalah pengurus PT Tekno Agri Jaya.

Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung (Kapuspenkum) Hari Setiyono menuturkan, keenam saksi yang dipanggil dalam pemeriksaan itu adalah, Pokja E-Catalog LKPP Tahun 2014-2015 Harrysri Kahartan, Pokje E-Catalog LKPP Tahun 2014-2015 Febrita Sidabalok, Direktur PT Tekno Agri Jaya Gilang Ramadhan, Komisaris PT Tekno Agri Jaya Susan Yuningsih, Direktur PT Tekno Agri Jaya Nathan Mark Anthony Gosal, dan Komisaris Utama PT Tekno Agri Jaya Frieda Marie Gosal.

Hari Setiyono menyampaikan, para pihak yang diperiksa itu ditanyai seputar proses pengadaan alat mesin pertanian yang dianggap gagal.

“Keterangan semua saksi yang dianggap mengetahui tentang proses pengadaan barang tersebut diperlukan untuk pembuktian. Dan berdasarkan keterangan saksi dapat digunakan untuk jadi alat bukti guna dimintakan pertanggungjawaban atas kerugian keuangan negara pada pengadaan alsintan pada Kementan,” ujar Hari Setiyono, Minggu (21/06/2020).

Pemeriksaan saksi dilaksanakan dengan memperhatikan protokol kesehatan tentang pencegahan penularan Covid-19. Antara lain, dengan memperhatikan jarak aman antara saksi dengan Penyidik yang sudah menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) lengkap. Bagi para saksi, wajib mengenakan masker dan selalu mencuci tangan menggunakan hand sanitizer sebelum dan sesudah pemeriksaan.(JR)

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan