2-3 Hari Saja Tak Melaut Nelayan Bisa Koit, Pak Jokowi, Terimakasih Tidak Lockdown

Ketua Bidang Hubungan Antar Lembaga Dewan Pimpinan Pusat Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Siswaryudi Heru: 2-3 Hari Saja Tak Melaut Nelayan Bisa Koit, Pak Jokowi, Terimakasih Tidak Lockdown.
Ketua Bidang Hubungan Antar Lembaga Dewan Pimpinan Pusat Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Siswaryudi Heru: 2-3 Hari Saja Tak Melaut Nelayan Bisa Koit, Pak Jokowi, Terimakasih Tidak Lockdown.

Opsi untuk tidak melakukan lockdown diapresiasi nelayan. Meski tidak mudah penanganan pandemik virus corona, bagi nelayan pilihan lockdown akan membunuh mereka. Karena itu, Nelayan menganggap pilihan selain melakukan lockdown adalah langkah yang lebih baik.

Ketua Bidang Hubungan Antar Lembaga Dewan Pimpinan Pusat Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Siswaryudi Heru menyampaikan rasa syukur para nelayan karena Pemerintah tidak melakukan lockdown.

“Anda bisa bayangkan jika lockdown, nelayan akan koit (mati). Dua sampai tiga hari saja tak pergi melaut, tak ada tangkapan ikan, ya hanya bisa menyaksikan foto nelayan di Buku Yasinan, alias koit. Terimakasih dari nelayan Indonesia, karena lockdown itu tak dilakukan,”tutur Siswaryudi Heru, Rabu (01/04/2020).

Bagaimanapun, lanjut Ketua Bidang Kelautan dan Perikanan Pengurus Pusat Dewan Ekonomi Indonesia Timur (DEIT) ini, roda kehidupan bagi nelayan harus terus berputar. Tidak mungkin tertahan karena pandemi virus corona.

Dengan tidak melakukan lockdown, lanjutnya, Presiden Joko Widodo telah memberikan angin segar bagi nelayan Indonesia, untuk tetap waspada.

“Dan yang terutama, nelayan masih bisa perlahan memutar roda perekonomiannya. Bagaimana pun, dapur harus tetap bisa berasap,” ujar Siswaryudi Heru.

Anggota Pengarah Dewan Perubahan Iklim Nasional ini optimis, dengan pilihan yang dilakukan Pemerintah Indonesia, perekonomian perlahan akan bisa bangkit kembali.

“Nelayan bersyukur tidak jadi lockdown. Kalau lockdown, wah, enggak bisa ngapa-ngapain. Mati. Perekonomian juga mati,”ucap Siswaryudi Heru lagi.

Memang, rakyat Indonesia, terutama nelayan, harus tetap ekstra waspada di musim pandemic virus corona ini. Tidak juga menjadi serampangan karena tidak jadi lockdown.

Masyarakat tetap optimis, dengan bergeraknya secara perlahan masyarakat memutar roda kehidupannya, maka pemulihan kondisi perekonomian pun bisa lebih cepat terjadi.

Siswaryudi Heru yang juga Wakil Ketua Komite Tetap (Wakomtap) Hubungan Antar Lembaga Dewan Pengurus Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin)  ini menyebut, sejumlah rencana Presiden Joko Widodo dalam mengatasi persoalan ini sudah disampaikan ke masyarakat.

Rencana itu, lanjutnya, meski tidak secara spesifik menyebut nelayan Indonesia, namun juga bisa dirasakan oleh masyarakat nelayan.

“Seperti dana stimulus yang direncanakan akan diberikan pemerintah. Itu perlahan akan menggairahkan kembali roda perekonomian rakyat, perlahan daya beli masyarakat bisa pulih,”tuturnya.

Dengan tidak mengambil langkah lockdown saja pun, kata Siswaryudi Heru, nelayan sudah bisa bernafas sedikit lega. Sebab, masih ada ruang untuk bergerak. Untuk mencari ikan di laut, guna memutar roda kehidupan dan perekonomiannya yang masih terpuruk.

“Jika sudah timbul gairah perekonomian di masyarakat, yakinlah, itu akan mendorong rasa percaya diri untuk memulihkan kehidupan yang sedang terpuruk,”tutur Siswaryudi Heru.(JR)

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan