Breaking News

Waspadai ISIS, Kapolri Diminta Periksa Aliran Dana Masuk Dari Suriah Ke Indonesia

Ada dugaan aliran dana dari ISIS Suriah ke Indonesia, Polri harus waspada dong.

Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian diminta mewaspadai adanya gerakan terorisme ISIS yang masuk ke Indonesia baru-baru ini.

Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta S Pane menyampaikan, Polri perlu menelusuri dan mengungkap dugaan masuknya dana setara besarannya dengan Rp 20 miliar dari Syuriah ke jaringan teroris di Jogjakarta.

“Apakah masuknya dana ini ada kaitan dengan ancaman ISIS ke Indonesia, yang disampaikan The Oneness of God (Tentara Tahuid) dari Syuriah pada Juni 2016 lalu?” ungkap Neta dalam keterangan pers, Selasa (19/07/2016).

Neta menyampaikan, Indonesia Police Watch (IPW) mendapat informasi adanya dana setara Rp 20 miliar yang masuk ke Indonesia, lewat salah satu bank pemerintah di kawasan UGM Jogjakarta.

Uang tersebut dikirim seseorang dari Syuriah untuk seseorang di Jogjakarta. Pihak bank sudah menghubungi kepolisian saat pemilik dana itu hendak mengambil uangnya.

“Namun sejauh ini belum jelas, apa dan bagaimana tindakan kepolisian. Yang jelas uang tersebut sudah dicairkan dan diambil seorang lelaki berjanggut panjang, pada akhir Juni lalu,” ujar Neta.

Dengan masuknya dana itu, lanjut Neta, Polri perlu meningkatkan kewaspadaan dan mengantisipasi kantong-kantong radikalisme yang berpotensi menjadi kelompok-kelompok terorisme di Indonesia.

“Sehingga, gerakan aksi teror tidak terjadi lagi di tanah air, pasca serangan teror lori yang menewaskan sejumlah orang di Perancis beberapa hari lalu,” ujarnya.

Apalagi dari Syuriah, lanjut Neta, The Oneness of God ISIS sudah menyebarkan video ancaman akan menebar teror di Indonesia. Dalam video itu ditunjukkan para remaja berseragam militer dan sebagian memeluk AK 47. Pemimpin mereka seorang lelaki berjanggut panjang yang terus menerus menyampaikan ancaman ke Indonesia.

“Bagaimana pun ancaman ini perlu diantisipasi Polri, terutama setelah adanya serangan bom bunuh diri yang dilakukan Nur Rochman ke Polresta Solo pada awal Juli lalu,” pungkas Neta.

Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengaku akan menjadikan perburuan kelompok Santoso dan jaringan negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) sebagai target utama penanganan masalah terorisme.

‎”Perburuan ini tidak gagal, karena dulu mereka melakukan inisiatif melakukan penyerangan‎,” kata Tito di Istana Negara, Jakarta, Rabu (13/7/2016).

Tito menilai, operasi Tinombala dan Camar yang sudah diterapkan berlaku efektif. Hal itu dibuktikan dengan jaringan Santoso yang mengecil hingga disebutnya tinggal 21 orang pengikut Santoso.

“Kalau masalah penangkapan Santoso, ini masalah medan, it’s a matter of time saya kira,” ucapnya.

Hal lain juga akan dilakukan terhadap jaringan ISIS yang melakukan ancaman di Wilayah Asia. Tito mengaku akan mengantisipasi seluruh pergerakan jaringan ISIS khususnya di Indonesia.

“Sepanjang ISIS itu masih eksis di Timteng (Timur Tengah), konflik di Timteng ada, maka kita mendapat tumpahan-tumpahannya saja,” pungkasnya.(JR)

Leave a comment

Your email address will not be published.


*