Breaking News

Waspadai Dampak Buruk Siaran, Orang Tua Perlu Dampingi Anak Nonton Tivi

Waspadai Dampak Buruk Tontonan, Orang Tua Perlu Dampingi Anak Nonton Tivi.

Kesadaran dan waktu dari orang tua untuk mendampingi anak-anak saat mengkonsumsi tontonan, terutama siaran televisi, sangat diperlukan. Hal itu untuk mengeliminir berbagai dampak buruk yang berpotensi terjadi pada anak ketika mengkonsumsi tontonan.

Hal itu disampaikan Mahasiswi Public Relation London School, Khansa Theola dalam siaran tertulisnya, Jumat (01/02/2019).

Khansa mengingatkan, saat ini, banyak cara yang dilakukan oleh produser acara untuk menarik khalayak yang sangat besar. Misalnya, demi mendapatkan lebih banyak penonton, berbagai stasiun televisi berlomba menghadirkan program-program menarik, mulai dari reality show, ajang pencarian bakat hingga sinetron.

Masalahnya, demi mengejar rating yang tinggi, berbagai program yang dibuat oleh stasiun televisi atau rumah produksi itu sering tidak memikirkan usia dan sasaran penontonnya, termasuk anak-anak. Mereka juga tidak menghitung dampak buruk dari sajian tontonan bagi anak-anak itu.

“Khususnya acara sinetron yang ditayangkan di hampir semua stasiun televisi saat ini. Di sinilah pentingnya peran dan kesadaran orang tua untuk mendampingi anak-anak saat menonton, agar bisa berinteraksi dan menghindari dampak buruk dari tontonan itu,” tutur Khansa Theola.

Dampak buruk tontonan sinetron, lanjutnya, akan sangat berpengaruh pada perkembangan si anak. Jika anak menonton tanpa kontrol dari orang tua, maka dikhawatirkan si anak pun mengalami masalah dalam perkembangannya.

Diakuinya, di satu sisi media televisi banyak memberikan informasi yang menarik dan menghibur. Di sisi lain sadar atau tidak, bahaya yang begitu besar telah mengancam anak-anak.

Meskipun di beberapa televisi telah ada peringatan seperti bimbingan orang tua, semua umur dan sebagainya, tetapi seringkali perhatian orang tua serta anak-anak terabaikan untuk hal-hal itu.

Mengutip pendapat Psikolog Adhyanti Dwi Kartianis, Khansa menjelaskan, cara yang paling tepat untuk mencegah anak-anak di bawah umur tidak menonton sinetron yakni dengan mengalihkan ke aktivitas lain.

“Misalnya membaca, menggambar, mewarnai. Supaya perkembangan imajinasinya berkembang,” ujarnya.

Selain itu, perlu juga mengimbau orang tua agar membebaskan sang anak bermain ke luar rumah, sehingga mendapatkan kemampuan sosialisasi dengan teman-teman sebayanya.

“Juga perlu adanya sosialisasi kepada orang tua tentang bahaya program yang ada di televisi. Dan juga diperlukan kewaspadaan yang penuh dan tidak membiarkan anak-anak menonton televisi dengan bebas,” jelas Khansa.

Langkah atau tindakan yang paling bisa dilakukan orang tua untuk mengontrol tontonan adalah dengan mendampingi anak saat menonton tivi.

Orang tua bisa memilih acara televisi yang sesuai dengan usia anak. “Jangan biarkan anak-anak menonton acara yang tidak sesuai dengan usianya. Perhatikan dan analisis, apakah sesuai dengan anak-anak tidak ada unsur kekerasan atau hal lainnya,” ujarnya.

Khansa melanjutkan, mendampingi anak menonton televisi, dimaksudkan agar acara televisi yang mereka tonton selalu dikontrol.

Penempatan televisi di dalam rumah juga berpengaruh bagi konsumsi tontonan. Letakkan televisi di ruang tengah, hindari menyediakan televisi di kamar anak.

“Dengan menempatkan televisi di ruang tengah, itu akan mempermudah orang tua dalam mengontrol tontonan anak-anaknya,” ujar Khansa.(JR)

Leave a comment

Your email address will not be published.


*