Breaking News

Usut Korupsi Swakelola Dana Sudin PU Jakarta Utara, Jaksa Interogasi Tiga Mantan Kepala Seksi

Mengaku Tak Diberikan Surat Kuasa, Kejaksaan Agung Diamkan Kasus Yang Membelit Perusahaan Negara.

Penyidik Kejaksaan Agung melakukan interogasi pemeriksaan terhadap tiga mantan Kepala Seksi Dinas Tata Air dari Jakarta Utara. Pemanggilan terhadap ketiga mantan pejabat di Suku Dinas Pekerjaan Umum Tata Air Jakarta itu dilakukan penyidik Dedung Bundar Kejaksaan Agung pada Rabu, 8 Februari 2017.

Kepala Pusat Penerangan dan Hukum Kejaksaan Agung (Kapuspenkum) M Rum menjelaskan, dalam pengusutan dugaan tindak pidana korupsi penyalahgunaan dana kegiatan swakelola pada Suku Dinas Pekerjaan Umum Tata Air Jakarta Utara bersumber dari APBD dan APBD-P sebesar Rp. 92.271.189.692,- (sembilan puluh dua milyar dua ratus tujuh puluh satu juta seratus delapan puluh sembilan ribu enam ratus sembilan puluh dua ribu rupiah) Tahun Anggaran 2013-2014, ketiga mantan kepala seksi itu diperiksa sebagai saksi.

“Untuk tersangka KA, yakni Kasi Pemeliharaan Suku Dinas Pekerjaan Umum Jakarta Utara dan tersangka S yang merupakan mantan Bendahara Pengeluaran Tahun 2013-2014, dipanggil tiga orang saksi yakni mantan Kasi Dinas Tata Air Kecamatan Tanjung Priok Jakarta Utara Tahun 2014 Abu Sukri Andalan, mantan Kasi Dinas Tata Air Kecamatan Kelapa Gading Jakarta Utara Tahun 2013-2014 Gatot Dwi Hermawan dan mantan Kasi Dinas Tata Air Kecamatan Koja Jakarta Utara Tahun 2013-2014 Body Margotrisno,” tutur M Rum, di Kejaksaan Agung, Jalan Sultan Hasanuddin Nomor 1, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (8/2/2017).

Para saksi dihadirkan pukul 09.00 WIB di gedung Pidsus Kejaksaan Agung. Dijelaskan M Rum, pemeriksaan dan dinterogasi yang dilakukan penyidik kepada masing-masing saksi adalah, untuk saksi Abu Sukri Andalan, terkait dengan pertanggungjawaban masalah pelaksanaan pekerjaan dan pertanggungjawaban penggunaan anggaran proyek swakelola Suku Dinas Pekerjaan Umum Tata Air Kecamatan Tanjung Priok Jakarta Utara Tahun Anggaran 2014.

Sedangkan pemeriksaan untuk saksi Gatot Dwi Hermawan menerangkan terkait dengan pertanggungjawaban masalah pelaksanaan pekerjaan dan pertanggungjawaban penggunaan anggaran proyek swakelola Suku Dinas Pekerjaan Umum Tata Air Kecamatan Kelapa Gading Jakarta Utara Tahun Anggaran 2013-2014.

Dan untuk saksi Body Margotrisno menerangkan terkait dengan pertanggungjawaban masalah pelaksanaan pekerjaan dan pertanggungjawaban penggunaan anggaran proyek swakelola Suku Dinas Pekerjaan Umum Tata Air Kecamatan Koja Jakarta Utara Tahun Anggaran 2013-2014.

Dalam kasus ini, dua orang tersangka telah ditetapkan oleh penyidik. Yakni, Kasi Pemeliharaan Suku Dinas Pekerjaan Umum Jakarta Utara berinisial KA. KA ditetapkan sebagai tersangka berdasarkan Surat Perintah Penyidikan Direktur Penyidikan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Nomor: Print-143/F.2/Fd.1/11/2016 tanggal 11 November 2016.

Tersangka kedua adalah mantan Bendahara Pengeluaran Tahun 2013-2014 berinisial S. S ditetapkan sebagai tersangka berdasarkan Surat Perintah Penyidikan Direktur Penyidikan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Nomor: Print-142/F.2/Fd.1/11/2016 tanggal 11 November 2016.

Hingga kini, lanjut M Rum, penyidik telah melakukan pemeriksaan terhadap saksi sebanyak 25 (dua puluh lima) orang.(JR)

Leave a comment

Your email address will not be published.


*