Breaking News

Lagi , Usut Korupsi Suku Dinas PU Tata Air di Jakarta Utara, Jaksa Mendulang Pemeriksaan 22 Saksi

Lagi , Usut Korupsi Suku Dinas PU Tata Air di Jakarta Utara, Jaksa Mendulang Pemeriksaan 22 Saksi.

Kejaksaan Agung sudah menumpuk jadwal pemeriksaan saksi dalam penyidikan dugaan tindak pidana korupsi penyalahgunaan dana kegiatan swakelola pada Suku Dinas Pekerjaan Umum Tata Air Jakarta Utara tahun anggaran 2013-2014.

Kepala Pusat Penerangan dan Hukum Kejaksaan Agung (Kapuspenkum) M Rum menyampaikan, hingga Kamis (2/2/2017), penyidik telah memeriksa sebanyak 22 saksi dalam perkara ini.

“Tim Penyidik dalam pengungkapan kasus dugaan tindak pidana korupsi penyalahgunaan dana kegiatan swakelola pada Suku Dinas Pekerjaan Umum Tata Air Jakarta Utara Tahun Anggaran 2013-2014 telah melakukan pemeriksaan Saksi sebanyak 22 (dua puluh dua) orang,” ujar M Rum, Kamis (2/2/2017).

Dia mengatakan, perkembangan penyidikan dugaan tindak pidana korupsi penyalahgunaan dana kegiatan swakelola pada Suku Dinas Pekerjaan Umum Tata Air Jakarta Utara bersumber dari APBD dan APBD-P sebesar Rp. 92.271.189.692,- (sembilan puluh dua milyar dua ratus tujuh puluh satu juta seratus delapan puluh sembilan ribu enam ratus sembilan puluh dua ribu rupiah) Tahun Anggaran 2013-2014 itu masih terus disidik.

Dalam pengusutan kasus ini, penyidik sudah menetapkan dua orang tersangka. Tersangka pertama inisial KA yang menjabat sebagai Kasi Pemeliharaan Suku Dinas Pekerjaan Umum Jakarta Utara ditetapkan sebagai tersangka berdasarkan Surat Perintah Penyidikan Direktur Penyidikan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Nomor: Print-143/F.2/Fd.1/11/2016 tanggal 11 November 2016, dan tersangka kedua inisial S yang merupakan mantan Bendahara Pengeluaran Tahun 2013-2014 berdasarkan Surat Perintah Penyidikan Direktur Penyidikan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Nomor: Print-142/F.2/Fd.1/11/2016 tanggal 11 November 2016.

Untuk menindaklanjuti pengusutan, menurut M Rum, penyidik pun kembali memanggil dan memeriksa saksi. Kamis (2/2/2017), Tim Penyidik telah mengagendakan dan melakukan pemanggilan secara patut terhadap 3 (tiga) orang Saksi, yaitu R Elly Prasojo jabatan Staf Pemeliharaan/ mantan Honorer yang membantu Bendahara Pengeluaran Tahun 2013-2014; Sitrin jabatan Staf Kasi Pemeliharaan dan Yudo jabatan Staf Pengawas Kasi Pemeliharaan.

“Sekitar pukul 09.00 Wib telah hadir Saksi memenuhi panggilan Penyidik dan dilakukan pemeriksaan,” ujar Rum.

Dalam pemeriksaan itu, pada pokoknya para saksi menerangkan antara lain, saksi R. Elly Prasojo menerangkan yang bersangkutan membantu Bendahara mencairkan anggaran swakelola Suku Dinas Pekerjaan Umum Tata Air Jakarta Utara dan membantu mendistribusikan penggunaan anggaran tersebut dari Bendahara.

Kemudian, saksi Sitrin menerangkan menerangkan terkait dengan tugas untuk membuat Surat Perintah Jalan (SPJ) swakelola Suku Dinas Pekerjaan Umum Tata Air Jakarta Utara bersama dengan tim pembuat SPJ sebanyak 5 (lima) orang, sumber data SPJ nya berasal dari tersangka “KA” jabatan Kasi Pemeliharaan Suku Dinas Pekerjaan Umum Jakarta Utara. Dan, saksi Yudo menerangkan yang bersangkutan adalah yang mengawasi dan melihat swakelola di lapangan namun, tidak menyusun SPJ namun, yang membuat SPJ hanya tim pembuat SPJ.(JR)

Leave a comment

Your email address will not be published.


*