Breaking News

Usut Korupsi Kondensat, Jaksa Agung Minta Penyidik Polri Hadirkan Tersangka Honggo

Usut Korupsi Kondensat, Jaksa Agung Minta Penyidik Polri Hadirkan Tersangka Honggo.

Jaksa Agung HM Prasetyo meminta agar penyidik Bareskrim Mabes Polri dapat menghadirkan Honggo Wendratno, tersangka kasus dugaan korupsi penjualan Kondensat Badan Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas (BP Migas) tahun 2009-2011 yang saat ini diketahui keberadaannya di Singapura.

 

Permintaan tersebut untuk memudahkan proses pelimpahan tahap dua berikut berkas dan tersangka.

 

“Kita berharap kepada penyidik tentunya supaya tidak ada kesan disparitas, usahakan si Honggo itu diserahkan ke Indonesia. Diserahkan pada kita supaya penyelesaiannya bisa dilakukan secara serentak,” kata Prasetyo di Kompleks Kejaksaan Agung, Jakarta Selatan, Jumat (05/01/2018).

 

Menurutnya, dengan tidak hadirnya Honggo dapat menghambat pelimpahan tahap dua yang selanjutnya akan dilimpahkan ke pengadilan. Meski demikian, katanya, Honggo dapat juga disidangkan secara terpisah di pengadilan in absentia atau tanpa kehadiran pihak terdakwa.

 

“Kita itu sudah pernah melakukan persidangan in absentia. Jangan kaget nanti kalau misalnya in absentia,” ujarnya.

 

Prasetyo menegaskan jika terdakwa tidak hadir dalam persidangan akan dikenakan hukuman lebih berat.

 

“Kita yakin polisi juga tidak akan tinggal diam. Penyidik pasti melakukan upaya untuk membawa Honggo ke persidangan,” katanya.

 

Prasetyo juga menghimbau agar Honggo segera balik ke Indonesia untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya secara hukum.

 

“Kepada Honggo yang sekarang di Singapura, pulanglah ke Indonesia. Pertanggungjawabkan perbuatan supaya proses hukumnya selesai,” ujarnya.

 

Sebelumnya, Jaksa Agung Muda Pidana Khusus Kejaksaan Agung Adi Toegarisman menyatakan berkas perkara kasus kondensat sudah lengkap atau P21.

 

“Setelah diteliti bahwa dua berkas perkara Kondensat ini dinyatakan P21 atau lengkap,” kata Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (JAM Pidsus) Kejagung, Adi Toegarisman di Kompleks Kejagung, Jakarta Selatan, Rabu (03/01/2018).

 

Adi menjelaskan, untuk berkas perkara pertama terdiri dari dua orang tersangka yakni Raden Priyono selaku Kepala BP Migas dan Djoko Harsono selaku Deputi Finansial Ekonomi dan Pemasaran BP Migas. Lalu berkas perkara kedua atas nama tersangka Honggo Wendratno Presiden Direktur PT Trans-Pasific Petrochemical Indotama (PT TPPI).

 

Adi menambahkan, pihaknya sudah mengirim surat ke Bareskrim Mabes terkait lengkapnya berkas perkara tersebut. Untuk selanjutnya, akan menunggu penyerahan tahap dua dari penyidik Polri agar dibawa ke pengadilan.

 

Selain itu, kata Adi, pihaknya telah bekerja keras sejak 16 hari berkas tersebut diterima dari kepolisian, dan tim calon Jaksa Penuntut Umum melakukan penelitian ulang apakah tujuh petunjuk yang pernah diberikan sebelumnya dipenuhi atau tidak oleh penyidik Polri.

 

“Terus terang saja ini membutuhkan proses yang panjang karena berkas perkaranya yang begitu tebal. Saksinya saja ada 75 orang kemudian ahlinya 12 orang. Kami akan membawa perkara ini dengan persiapan yang matang sehingga memang membutuhkan waktu cukup panjang,” ujarnya.(Richard)

Leave a comment

Your email address will not be published.


*