Breaking News

Usut Korupsi Alat HIV-AIDS Senilai Rp 12 Miliar, Jaksa Periksa Thio Chuang Ting

Usut Korupsi Alat HIV-AIDS Senilai Rp 12 Miliar, Jaksa Periksa Thio Chuang Ting.

Kejaksaan Agung memanggil dan memeriksa seorang pria bernama Thio Chuang Ting dalam dugaan tindak pidana korupsi Pengadaan Alat dan Bahan HIV dan IMS Tahun Anggaran 2015 di Satuan Kerja Direktorat Pengendalian Penyakit Menular pada Dirjen Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Kementerian Kesehatan RI.

Warga keturunan Tionghoa itu ternyata adalah Komisaris Utama PT Abhitama Manunggal yang terlibat dalam pengadaan itu.

Kepala Pusat Penerangan dan Hukum Kejaksaan Agung (Kapuspenkum) M Rum menyampaikan, pemeriksaan terhadap Thio Chuang Ting dilakukan pada Selasa 7 Februari 2017 di Gedung Bundar, Kejaksaan Agung.

“Selain Thio Chuang Ting yang menjabat sebagai Komisaris Utama PT Abhitama Manunggal, penyidik juga memanggil dan memeriksa Muhammad Agus Mulyudono yang merupakan business manager. Keduanya diperiksa di Pidsus,” tutur M Rum di Kejaksaan Agung, Selasa (7/2/2017).

M Rum menjelaskan, pemeriksaan yang dimulai sekitar pukul 09.00 Wib itu memeriksa masing-masing sebagai saksi.

Muhammad Agus Mulyudono menerangkan bahwa PT Ensepel memberikan dukungan kepada peserta lelang pengadaan alat dan bahan HIV dan IMS Tahun Anggaran 2015 di Kementerian Kesehatan RI.

“Sedangkan Thio Chuang Ting menerangkan bahwa yang bersangkutan selaku Komisaris Utama PT Abhitama Manunggal dan PT Mitra Sasmaya Sejati sebagai sale agent produk dis-infectan dan rapid test HIV dan IMS,” ujar Rum.

Sampai saat ini, kerugian keuangan negara yang dihitung karena pengadaan yang dikorup itu diperkirakan mencapai Rp 12 miliar. Untuk kasus ini, lanjut Rum, Tim Penyidik yang mengusut kasus dugaan tindak pidana korupsi pengadaan alat dan bahan HIV dan IMS Tahun Anggaran 2015 pada Dirjen Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Kementerian Kesehatan RI telah melakukan pemeriksaan Saksi sebanyak 31 (tiga puluh satu) orang.(JR)

Leave a comment

Your email address will not be published.


*