Breaking News

Usut Kasus Kredit Fiktif, Tak Berhenti di Kelas Kroco, Jaksa Agung Berjanji Akan Gasak Pelaku Korupsi Hingga ke Petinggi Bank Mandiri

Usut Kasus Kredit Fiktif, Tak Berhenti di Kelas Kroco, Jaksa Agung Berjanji Akan Gasak Pelaku Korupsi Hingga ke Petinggi Bank Mandiri.

Jaksa Agung HM Prasetyo berjanji akan membongkar dan menangkap para pelaku korupsi pemberian fasilitas kredit PT Bank Mandiri (Persero) Commercial Banking Center Cabang Bandung sebesar Rp1,5 triliun, hingga ke petinggi Bank Mandiri.

 

Menurut HM Prasetyo, Kejaksaan Agung tidak mau dianggap hanya mampu membongkar dan menangkapi pelaku korupsi kelas kroco, karena itu dia berjanji akan segera mentersangkakan sejumlah pejabat dan petinggi Bank Milik Negara itu, jika sudah firm keterlibatannya.

 

“Sudah sampai mana dan masih ada yang belum jelas, akan kita perjelas lagi‎. Kita akan tentukan lagi (tersangkanya) nanti, apakah hanya tiga orang ini atau ada yang lain,” kata Jaksa Agung HM Prasetyo di Kompleks Kejagung, Jakarta Selatan, Jumat (26/01/2018).

 

Dalam kasus tersebut penyidik Pidana Khusus (Pidsus) Kejagung masih menetapkan tersangka pengusul atau bagian analisa kredit di bank plat merah itu dan penerima fasilitas kredit.

 

Prasetyo mengatakan, dalam kasus tersebut ditemukan adanya konspirasi antara si pengambil kredit dan pemberi kredit. Dia pun mengakui, tidak mungkin hanya sekelas pengusaha swasta yang bermain dalam kasus tersebut, pastinya ada orang dalam Bank Mandiri yang bermain, dan itu akan diusut semua. Namun, pihaknya akan tetap mengikuti prosedur hukum yang berlaku.

 

“Prinsip kehati-hatian itu seharusnya dipenuhi oleh masyarakat perbankan khususnya Bank Mandiri,” ujarnya.

 

Sebelumnya, Tim penyidik Pidana Khusus (Pidsus) sudah menahan tersangka Rony Tedy alias RT, Direktur PT. Tirta Amarta Bottling Company (TAB) penerima fasilitas kredit PT Bank Mandiri (Persero) Commercial Banking Center Cabang Bandung sebesar Rp1,5 triliun.

 

Untuk kasus ini, penyidik Pidsus sudah menetapkan tiga tersangka pengusul fasilitas kredit PT Bank Mandiri (Persero) Commercial Banking Center Cabang Bandung kepada PT. Tirta Amarta Bottling Company (TAB). Ketiga tersangka yang ditetapkan diantaranya, Surya Baruna Sumenguk selaku Komersial Banking Manajer PT Bank Mandiri Cabang Bandung tahun 2015, Frans Eduard Zandra selaku Relationship Manager PT Bank Mandiri tahun 2015 dan Teguh Kartika Wibowo selaku Senior Kredit Risk Manajer tahun 2015.

 

“Berdasarkan perkembangan penyidikan yang dilakukan dalam kasus dugaan korupsi pemberian kredit oleh Bank Mandiri kepada perusahaan PT TAB telah ditetapkan tiga tersangka berinisial SBS, FEZ, dan TKW,” kata Jaksa Agung Muda Pidana Khusus (JAM Pidsus) Kejagung, Adi Toegarisman, di Kompleks Kejagung, Jakarta Selatan.

 

Kasus ini sendiri berawal pada 15 Juni 2015, berdasarkan Surat Nomor: 08/TABco/VI/205 Direktur PT TAB mengajukan perpanjangan dan tambahan fasilitas kredit kepada PT Bank Mandiri (Persero) Tbk Commercial Banking Center Bandung.

 

Perpanjangan seluruh fasilitas Kredit Modal Kerja (KMK) sebesar Rp880,6 miliar perpanjangan dan tambahan plafond LC sebesar Rp40 miliar sehingga total plafond LC menjadi Rp50 miliar. Serta fasilitas Kredit Investasi (KI) sebesar Rp250 miliar selama 72 bulan.

 

Dalam dokumen pendukung permohonan perpanjangan dan tambahan fasilitas kredit terdapat data aset PT TAB yang tidak benar dengan cara dibesarkan dari aset yang nyata. Sehingga berdasarkan Nota Analisa pemutus kredit Nomor CMG.BD1/0110/2015 tanggal 30 Juni 2015 seolah-olah kondisi keuangan debitur menunjukkan perkembangan.

 

Dari situ perusahaan tersebut dapat memperoleh perpanjangan dan tambahan fasilitas kredit pada 2015 sebesar Rp1,170 triliun. Selain itu, debitur PT TAB juga telah menggunakan uang fasilitas kredit antara lain sebesar Rp73 miliar, yang semestinya hanya diperkenankan untuk kepentingan KI dan KMK, tetapi dipergunakan untuk keperluan yang dilarang untuk perjanjian kredit. Akibatnya keuangan negara Rp1,5 triliun yang terdiri dari pokok, bunga dan denda.(Richard/JR)

Leave a comment

Your email address will not be published.


*