Breaking News

Usut Dugaan Aliran Suap Ke Jaksa, Petinggi Pengawasan Kejaksaan Agung Sambangi KPK

Usut dugaan suap mengalir ke jaksa, JAMWAS datangi KPK.

Petinggi pengawas Jaksa dari Kejaksaan Agung mendatangi gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Jaksa Agung Muda Bidang Pengawasan (JAM Was) Widyo Pramono hendak menelisik apakah benar jaksanya di Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta mendapat suap dari kasus suap PT Brantas Abipraya.

Jaksa Agung Muda Bidang Pengawasan (Jamwas) Widyo Pramono menyambangi kantor Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Kamis (7/4/2016). Kedatangannya dalam rangka berkoordinasi dengan KPK untuk meminta keterangan terhadap Marudut Pakpahan–tersangka kasus suap PT Brantas Abipraya yang saat ini sedang ditangani KPK. Marudut dianggap mengetahui informasi terkait kasus suap yang diduga akan ditujukan ke Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta.

“Silaturahmi, tapi juga termasuk itu,” kata Widyo.

Widyo enggan membeberkan lebih dalam kepada wartawan perihal kedatangannya. Ketika ditanya hasil rekomendasi Tim Klarifikasi bentukan Jamwas yang memeriksa Kepala Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta Sudung Situmorang, Widyo juga menolak untuk mengomentarinya.

“Ditunggu saja pemeriksaannya ya,” ucap mantan Jaksa Agung Muda Pidana Khusus (JAM Pidsus) ini.

Sebelumnya, info beredar bahwa Kajati DKI Jakarta mengakui mengenal dekat perantara suap kasus tersebut. Disaat diperiksa Tim Klarifikasi, menurut Widyo, diketahui ternyata Sudung Situmorang betul mengenal perantara suap dari PT Brantas Abipraya, Marudut Pakpahan.

“Itu sempat ditanyakan oleh pemeriksa dan dijawab oleh Pak SS kenal yang bersangkutan,” ujar Widyo.

Seperti diketahui, Tim Klarifikasi telah memeriksa Kepala Kejaksaan Tinggi DKi Jakarta  Sudung Situmorang, Aspidus Kejati DKI Tomo Sitepu, Wakajati DKI M Rum, Kasi Penyidikan Kejati DKI Rinaldi dan Kepala Tata Bagian Usaha Kejati DKI Nur Laila Sari.

Selanjutnya, di internal Kejaksaan Agung sendiri telah diperiksa Direktur Penyidikan Jampidsus Fadil Jumhana dan Kasubdit pada Jampidsus Yulianto terkait dugaan suap yang mengarah ke Kejati DKI Jakarta.

Dalam kasus ini, KPK telah menetapkan 3 orang tersangka yakni, Direktur Keuangan PT BA Sudi Wantoko, Senior Manager PT BA Dandung Pamularno serta seorang perantara suap bernama Marudut Pakpahan.(Richard)

Leave a comment

Your email address will not be published.


*