Breaking News

Urusan Duit Rp 25 Miliar, Warga Asing Minta Bantuan ke Jampidum Kejaksaan Agung

Urusan Duit Rp 25 Miliar, Warga Asing Minta Bantuan ke Jampidum Kejaksaan Agung.

Mengaku alami kerugian hingga Rp 25 miliar dalam dugaan penipuan jual beli villa di Ubud, Bali, Warga Negara Asing (WNA) asal Australia, Alexander Patrick Morris mendatangi kantor Jaksa Agung Muda Pidana Umum Kejaksaan Agung (JAM Pidum Kejagung) di Kompleks Kejaksaan Agung, Jakarta Selatan, Kamis (20/09/2018).

Dengan didampingi kuasa hukumnya Ida Bagus Putu Astina, Alexander  meminta keadilan atas mandeknya penanganan kasus dugaan penipuan jual-beli vila di Ubud, Bali antara Alexander Patrick Morris dengan artis senior Jeremy Thomas sejak tahun 2014.

Dalam kasus tersebut, Alexander Patrick Morris yang merupakan korban penipuan itu mengalami kerugian sebesar Rp25 miliar. Sementara Jeremy Thomas telah ditetapkan tersangka oleh Polda Bali.

Ida Bagus Putu Astina meminta agar kejaksaan segera mengeluarkan P21 dalam kasus tersebut. “Kasus ini sudah dari tahun 2014 dan masih berkutat di P19. Jadi Patrick selaku WNA meminta perlakuan hukum yang sama seperti yang lainnya,” kata Ida Bagus Putu Astina.

Kasus tersebut sebelumnya ditangani di Polda Bali, namun dalam perjalanannya dikeluarkan Surat Penghentian Penyidikan Perkara (SP3). Tidak berlangsung lama Patrick melakukan praperadilan dan dikabulkan oleh Pengadilan Negeri Denpasar.

“Saat ini ditangani di Polda Metro Jaya karena tersangka Jeremy Thomas bertempat tinggal di Jakarta,” ujarnya.

Ida Bagus juga menyampaikan, kejaksaan masih enggan menyatakan perkara itu lengkap (P21), padahal semua bukti-bukti sudah diserahkan ke penyidik. “Sebenarnya berkas menurut penyidik sudah lengkap, karena sudah empat tahun,” katanya.

Menurut Ida, hasil dari pertemuan dengan JAM Pidum Noor Rochmad bahwa kasus tersebut akan segera dilakukan gelar perkara. “Setelah dari sini kami akan ke Komisi III DPR, Komnas HAM dan Kejati DKI Jakarta,” ujarnya.

Kasus ini berawal ketika Patrick membeli sebidang tanah di kawasan Kedewatan, Ubud pada Tahun 1999 seluas 35 are. Karena warga asing, Patrick meminjam nama Rudi Marcio asal Bandung yang merupakan agen properti tanah tersebut.

Pada Tahun 2000, dibangun vila mewah di atas tanah tersebut. Selanjutnya, Patrick yang sudah kenal lama dengan Jeremy Thomas melakukan kerjasama pada tahun 2013 untuk membangun spa di atas sisa tanah seluas 12 are yang berlokasi di sebelah vila milik Patrick.

Namun, saat Patrick meminta Jeremy Thomas mencarikan pinjaman dana di bank untuk membangun spa, Jeremy justru meminta agar SHM vila yang sebelumnya atas nama Rudi Marcio dialihkan atas nama Jeremy pada Tahun 2013 untuk mempermudah keluarnya kredit di bank. Akhirnya Jeremy menerima tambahan dana senilai Rp25 miliar namun yang diserahkan ke Patrick hanya sebesar Rp 1,5 miliar.

Dari kedua belah pihak pernah malakukan mediasi dan belum ada titik temu, yang akhirnya Patrick menggunakan jalur hukum untuk menyelesaikannya. “Saya berharap akan mendapatkan kepastian hokum,” pungkasnya.(Richard)

Leave a comment

Your email address will not be published.


*