Breaking News

Untuk Pilpres 2019, APKLI Deklarasi Poros Rakyat Kawulo Alit Indonesia

Untuk Pilpres 2019, APKLI Deklarasi Poros Rakyat Kawulo Alit Indonesia.

Pedagang Kaki Lima (PKL) mendeklarasikan Poros Rakyat Kawulo Alit Indonesia Untuk Pilpres 2019.

Para PKL yang tergabung dalam Asosiasi Pedagang Kaki Lima Indonesia (APKLI) itu menginginkan pemimpin yang mampu membawa Indonesia berdaulat dalam ekonomi.

Ketua Umum APKLI Ali Mahsun mengatakan, masyarakat kecil seperti PKL mengimpikan sosok pemimpin besar, pemimpin kstaria, pemimpin sejati, yang segera membangkitkan Indonesia.

“Yang mampu merebut kembali kedaulatan Indonesia, dan menjadikan Indonesia sebagai negara bangsa besar, kaya raya, strategis dan unggul dengan bangsa asing manapun,” tutur Ali Mahsun.

Deklarasi itu digelar dalam Agenda Buka Puasa Bukber Lesehan Nasi Liwet Daun Pisang dan Penyerahan Dompet PKL Indonesia Bersama Kawulo Alit, Testimoni Tokoh Nasional, di Markas Besar Revolusi Kaki Lima Indonesia, Jakarta, Minggu, 10 Juni 2018.

“Dengan mengucap Bismillaahirrahmaanirrahiim, saya potong tumpeng ini dalam rangka mensyukuri dan berdoa mudah-mudahan Poros Rakyat Kawulo Alit Indonesia Untuk Pilpres 2019 dikehendaki dan diridhoi Allah Swt,” tutur Ali Mahsun.

Acara yang dihadiri keluarga besar APKLI, tokoh nasional, pendiri APKLI, Kawulo Alit, PKL, tukang becak, sopir bajaj, satpam, pekerja rumah tangga, satpam, anak yatim, serikat pekerja, Rt, Rw dan segenap elemen kekuatan bangsa yang lain masih juga sebagai wadah bersilaturrahim dalam rangka mewujudkan kesejahteraan sosial secara berkeadilan.

“Bagi PKL, bagi kawulo alit, bagi rakyat dan bangsa kita dalam kondisi sehat walafiat,” ujarnya.

Dalam pidatonya, Ali Mahsun memaparkan, ekonomi rakyat Indonesia semakin melamban. Omset PKL, omset pedagang, omset berusaha dan penghasilan petani, nelayan, serta pelaku wong cilik lainnya mengalami penurunan yang sangat drastis.

Hal itu sebagai dampak dari daya beli masyarakat yang semakin menurun, akibat harga barang-barang melambung tinggi.

“Sebuah kenyatan akibat dari kebijakan pemerintah,” ujar pria yang disebut sebagai Presiden Kawulo Alit ini.

Lebih lanjut, Ali Mahsun mengatakan, kehidupan masyarakat kecil diperberat lagi tatkala tarif dasar listrik (TDL) dan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) dinaikkan di saat ekonomi rakyat semakin melamban.

“Istilah kawan saya, Arifin Sudrajat dari Banten, kesulitan rakyat, kesulitan bangsa kita ini kalau di Brazil sudah menghasilkan Revolusi Indonesia,” ujar Ali.

Kemudian, lanjutnya, tata kehidupan bermasyarakat dan berbangsa akhir-akhir ini selalu dihadapkan dengan politik pecah belah.

Persoalan persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia kian sering terjadi. Dia pun meminta PKL di seluruh tanah air untuk melawan segala bentuk politik pecah belah bangsa Indonesia.

“Lawan pecah belah yang dengan dalih dan isu agama, suku, ras dan etnik. Indonesia tidak akan bubar dengan serangan militer. Indonesia juga tidak akan bubar dengan himpitan seberat apapun. Tapi kepentingan global ingin memporak porandakan Indonesia dengan isu agama, suku, ras, dan etnik,” tuturnya.

Ali mengajak seluruh pelaku ekonomi rakyat, pedagang, petani, nelayan, abang ojek, sopir, serta pelaku ekonomi rakyat yang lain untuk tetap berjualan. “Tetaplah bekerja, tidak mudah diprovokasi dengan isu apapun yang memecah belah kehidupan bangsa kita hari ini,” katanya.

Ali menegaskan, PKL tidak mau Indonesia terpecah hanya karena kepentingan ingin berkuasa melalui Pilpres RI 2019.

Karena itulah, lanjutnya PKL membutuhkan  pemimpin yang tidak berfikir kepentingan pribadi, golongan dan kepentingan lainnya.

“Kita butuh pemimpin yang mengorbankan segenap apa yang dimiliki, bahkan nyawapun dipertaruhkan demi rakyat, bangsa, dan negara. Kita tidak boleh memilih pemimpin yang menjual harga diri, yang menjual aset, yang menjual kepentingan bangsa dan negara kita,” tuturnya.

Pada acara Deklarasi dan Bukber itu, diberikan kesempatan testimoni dari Tokoh Nasional tentang kondisi ekonomi rakyat dan Indonesia kekinian. Deklarasi dihadiri antar lain; DR Djonni Madrizal, DR Hj Maria Zuraida, DR Ferry Juliantono, DR Amirsyah Tambunan Wasekjen MUI Pusat, etua Umum Serikat Pengemudi On line dan Non On Line (SPION) Yardin Zulkarnain, Ketua Serikat Pekerja LEM Yulianto, Sutan Widiya.

Dalam kesempatan itu, disampaikan Dompet PKL Indonesia sebesar masing-masing Rp 250 ribu kepada Kawulo Alit, PKL Asongan, PKL Sepeda, PKL Gerobak, Abang Becak, Abang Ojek, Sopir Bajaj, Buruh Serikat Pekerja LEM, Pekerja Rumah Tangga, Satpam, Lansia dan Anak-anak Yatim Piatu. Lebih dari 600 PKL dan Kawulo Alit, Jajaran Dewan Pengurus DPP APKLI, Ketua DPW APKLI Provinsi Se-Indonesia, DPD APKLI Kabupaten/Kota Se-DKI Jakarta, Banten dan Jawa barat hadir juga.(JR)

Leave a comment

Your email address will not be published.


*