Breaking News

Union Busting dan Pengabaian Hak Dasar Buruh Kian Terasa di Makassar, Gelar Rapat di Taman, Ketua Serikat Buruh Diancam Dipecat

Union Busting dan Pengabaian Hak Dasar Buruh Kian Terasa di Makassar, Gelar Rapat di Taman, Ketua Serikat Buruh Diancam Dipecat.

Dikarenakan melakukan pertemuan berupa rapat akbar di taman dekat perusahaan, Ketua Dewan Pengurus Cabang Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (SBSI) Makassar diancam akan dipecat oleh pihak manajemen perusahaan. Selain itu, hak buruh untuk berserikat terancam. Upaya union busting atau pelarangan berserikat bagi buruh itu dimulai dengan hendak memecat Ketua DPC SBSI Makassar itu.

 

Atas ancaman itu, Dewan Pengurus Cabang Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (DPC SBSI)  Makassar, Sulawesi Selatan, melakukan perundingan dengan  PT Eastern Pearl Flour Mills. Perundingan tersebut dilakukan pada Kamis 27 Juli 2017 membahas tentang ancaman pemecatan Ketua DPC SBSI Makassar, Frans Edy.

 

Ancaman pemecatan tersebut diduga terjadi akibat adanya pertemuan yang dilakukan oleh Ketua  DPC SBSI Makassar dan Koordinator Wilayah (Korwil SBSI) Sulawesi Selatan dengan karyawan PT Eastern Pearl Flour Mills yang merupakan anggota Pengurus Komisariat Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (PK SBSI).

 

Menurut Ketua DPC SBSI Makassar, Frans Edy, pertemuan itu dilakukan secara mendadak. Pertemuan yang dilakukan pada tanggal 12 Juli 2017 itu adalah untuk membahas beberapa persoalan buruh terkait dengan hak-hak dasar para karyawannya di PT Eastern Pearl Flour Mills.

 

“Persoalannya begini, saya bersama Pak Andi Massaguni melakukan rapat akbar tanggal 12 Juli 2017 di taman dekat dekat PT Eastern Pearl Flour Mills Makassar membahas tentang beberapa tuntutan kawan- kawan PK SBSI di PT Eastern Pearl Flour Mills Benteng Celebes mengenai hak dasar buruh,” kata Frans Edy saat di konfirmasi, Kamis (27/07/2017).

 

Dalam pertemuan tersebut, Frans Edy mengungkapkan, ada ratusan karyawan PT Eastern Pearl Flour Mills yang hadir mengikuti rapat mengakibatkan kegiatan produksi terhenti selama berlangsungnya pertemuan.

 

Akibat dari pertemuan tersebut, pihak perusahaan mengancam akan memecat Ketua DPC SBSI Makassar yang juga merupakan karyawan PT Eastern Pearl Flour Mills itu.

 

“Rapat Akbar tersebut dilakukan secara spontanitas. Sebab tuntutan mereka tidak segera dilaksanaka,  padahal kami sudah melakukan beberapa kali pertemuan membahas tentang surat tuntutan yang sudah kami berikan kepada perusahaan,” ucapnya.

 

Pihak perusahaan menganggap pertemuan yang dilakukan oleh Frans Edy tidak sah karena mengatasnamakan Serikat Buruh Sejahtera Indonesia yang dianggap ilegal di PT Eastern Pearl Flour Mills.

 

Dalam pertemuan perundingan itu, pihak perusahaan bersikeras akan melakukan pemecatan terhadap ketua DPC SBSI tersebut. Rencananya DPC SBSI Makassar akan membawa hal tersebut ke tingkat Bipartit.

 

“Saya kan melakukan tugas organisasi di luar jam tugas saya, dan pada pertemuan itu saya tidak menggunakan seragam PT Eastern Pearl Flour Mills. Jika masih tetap akan mem-PHK, kami akan membawa kasus ini ke tingkat Bipartit,”pungkasnya.(Nando)

Leave a comment

Your email address will not be published.


*