Breaking News

Ukur Efektivitas Regulasi, BPJS Ketenagakerjaan Rangkul Kejaksaan di Bali, NTB dan NTT

Ukur Efektivitas Regulasi, BPJS Ketenagakerjaan Rangkul Kejaksaan di Bali, NTB dan NTT.

Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BPJS Ketenagakerjaan) merangkul Kejaksaan di daerah Bali, Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Nusa Tenggara Timur (NTT) untuk mengukur dan mengamankan regulasi yang dijalankan oleh lembaga itu selama ini.

 

Setelah sebelumnya mengadakanrapat sosialisasi, monitoring dan evaluasi di 9 (Sembilan) Kantor Wilayah BPJS ketenagakerjaan yaitu Kanwil DKI Jakarta, Kanwil Banten, Kanwil Jawa Timur, Kanwil Jateng & DIY, Kanwil Jawa Barat, Kanwil Sumbarriau, Kanwil Sumbagut, Kanwil Sumbagsel, BPJS Ketenagakerjaan kembalimenyelenggarakan kegiatan serupa di BPJS Ketenagakerjaan Wilayah Banuspa.

 

Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dariperjanjian kerjasama yang ditandatangani oleh Jaksa Agung Muda Perdata dan Tata Usaha Negara (Jamdatun) pada bulan April tahun 2016.

 

Direktur Perluasan Kepesertaan dan HAL BPJS Ketenagakerjaan, E Ilyas Lubis mengatakan, kerjasama dengan kejaksaan  efektif dalam menegakkan regulasi melalui jasa-jaksa sebagai pengacara negara.

 

Ilyas Lubis yang hadir dalam kegiatan sosialisasi, monitoring dan evaluasi di Denpasar itu menjelaskan bahwa monitoring dan evaluasi penting dilakukan untuk dapat mengukur efektivitas penerapan regulasi, serta untuk mengetahui jumlah perusahaan yang patuh terhadap aturan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

 

“Kami Berharap Kejaksaan di wilayah Provinsi Bali, ProvinsiNTB dan Provinsi NTT dapat memberikan dukungan penuh dalam penegakan regulasi ini, agar semua pekerja mendapatkan hak perlindungan mereka atas jaminan sosial,” ujar Ilyas, Rabu (09/08/2017).

 

Dia menyampaikan, Instansi Negara / Pemerintah, BUMN/BUMD, dan Badan Hukum Lain (Negara/Pemerintah mempunyai kepentingan perdatan/Tata Usaha Negara) memiliki wewenang untuk menggunakan jasa jaksa pengacara negara.

 

Selain itu, BPJS Ketenagakerjaan bersama Kejaksaan RI yakni Jaksa Agung Muda Bidang Perdata dan Tata Usaha Negara (Jamdatun) telah sepakat dan bekerjasama dalam masalah hukum bidang Perdata dan Tata Usaha Negara.

 

“Dalam rangka untuk mengoptimalisasikan pelaksanaan tugas BPJS Ketenagakerjaan dan Jamdatun. Kesepakatan bersama ini memiliki tujuan untuk meningkatkan efektivitas penyelesaian permasalahan dalam bidang hukum Perdata dan Tata Usaha Negara,” ujarnya.

 

Kepala Kantor Wilayah BPJS Ketenagakerjaan, Kuswahyudi menjelaskan, pihaknya dan Kejaksaan RI telah memiliki ruang lingkup kesepakatan bersama di Bidang Hukum Perdata danTata Usaha Negara, di antaranya adalah pemberian bantuan hukum, pemberian pertimbangan hukum, serta tindakan hukum lain.

 

“Dimana ruang lingkup kesepakatan ini memiliki tujuan sebagai pemulihan atau penyelamatan keuangan, kekayaan, aset milik Negara di BPJS Ketenagakerjaan,” ujarnya.

 

Dia menjelaskan, sepanjang tahun 2016 hingga juli 2017, BPJS Ketenagakerjaan Kantor Wilayah Banuspa telah menyerahkan sebanyak 66 surat kuasa khusus (SKK) kepada Kejaksaan Tingg Bali, NTT dan NTB beserta jajarannya, dengan potensi iuran Rp 2,522,687,261 , telah diselesaikan sebanyak 36 SKK dengan realisasi iuran Rp1,323,858,886.

 

Adapun SKK itu terdiri dari SKK antara lain perusahaan menunggak iuran dan Perusahaan Wajib Belum Daftar (PWBD) . “Implementasi dilakukan melalui empat tahap proses penegakan kepatuhan, pertama proses verifikasi data pelanggaran oleh BPJS Ketenagakerjaan, kedua daftar dan bukti dukung pelanggaran, kemudian penyerahan melalui surat kuasa khusus, dan terakhir penegakan kepatuhan oleh kejaksaan,” ujar Kuswahyudi.(JR)

Leave a comment

Your email address will not be published.


*