Breaking News

Tujuh Tahun Hidup Di Posko Pengungsian, Temui Staf Jokowi Di Jakarta, Utusan Pengungsi Erupsi Gunung Sinabung Tak Digubris Istana

Tujuh Tahun Hidup Di Posko Pengungsian, Temui Staf Jokowi Di Jakarta, Utusan Pengungsi Erupsi Gunung Sinabung Tak Digubris Istana.

Unjuk rasa ribuan pengungsi erupsi Gunung Sinabung ditindaklanjuti dengan mengirimkan utusan menemui Presiden Jokowi di Istana Negara, Jakarta, tidak digubris.

Tuntutan para pengungsi agar pemerintah segera memenuhi janjinya kepada warga Sinabung pun tidak mendapat perhatian serius. Akhirnya, para utusan pulang dengan tangan hampa. Presiden Jokowi dianggap telah membuat para korban erupsi Gunung Sinabung kian sedih.

Koordinator Gerakan Rakyat Korban Erupsi Gunung Sinabung Henriko Sembiring mengungkapkan, dirinya bersama empat orang anggota DPRD Kabupaten Karo, serta Bupati Tana Karo telah mendatangi Istana Negara, Rabu (13/09/2017), namun hanya ditemui oleh staf Kantor Presiden, tanpa adanya komitmen realisasi terhadap janji-janji Jokowi yang ditagih oleh para pengungsi.

“Hasil dari unjuk rasa yang dilaksanakan hari Senin 11 September 2017 lalu di depan Kantor DPRD Kabupaten Karo dan Kantor Bupati Karo kami tindaklanjuti dengan mengutus delegasi ke Istana Negara. Dan pada Kamis, sudah bertemu dengan Staf Kantor Kepresidenan, tanpa hasil apa-apa,” tutur Henriko Sembiring, di Jakarta, Jumat (15/09/2017).

Dia menjelaskan, delegasi yang pergi ke Istana Negara itu adalah Bupati Karo, Empat Orang Anggota DPRD Kabupaten karo, Kalak BPBD Karo, Ketua Pospera Kabupaten Karo dan Sekjen Pospera Kabupaten Karo serta dirinya berserta 4 orang Kepala Desa Pengungsi Sinabung Relokasi Tahap 3.

“Di dalam pertemuan itu, di Kantor Staf Kepresidenan, saya menganggap belum ada titik terang, tidak semestinya sebagaimana harapan para pengungsi Sinabung,” ujar Henriko.

Repon dari staf Kantor Kepresidenan Jokowi, menurut Henriko, membuat dirinya dan ribuan pengungsi Sinabung semakin sedih dan kecewa dengan Jokowi.

“Karena, dalam pertemuan itu, para staf KSP hanya mampu menjelaskan bahwa mereka akan berupa mengawal semaksimal mungkin, namun eksekusi terhadap janji Jokowi tetap diserahkan melalui BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana) Pusat,” ujarnya.

Para delegasi pengungsi Sinabung itu diterima oleh Deputi IV Bidang Komunikasi Politik Dan Diseminasi Informasi Kantor Staf Kepresidenan (KSP) Eko Sulistiyo, Abed Nego Tarigan dan Roy Abimanyu.

“Kami evaluasi pertemuan kami itu, dan kami kecewa. Kami akan ke BNPB, jika di BNPB juga tidak ada tindak lanjut nyata terhadap masa depan para pengungsi Sinab ung, ya tak tahu lagi apa yang akan kami lakukan. Mungkin, kami akan gelar aksi unjuk rasa gila saja di Depan Istana Negara dan di Monas, saya akan pimpin langsung para pengungsi ke Jakarta,” ujarnya.

Padahal, lanjut dia, kedatangan mereka menemui KSP, adalah untuk memastikan agar janji Jokowi terhadap para pengungsi Sinabung direalisasikan. “Kami tadinya berharap, Pak Presiden bisa mengetahui persoalan sebenarnya yang terjadi di pengungsi Sinabung,” pungkas Henriko.

Dalam pertemuan itu, Bupati Karo Terkelin Brahmana sempat menyerahkan rumusan draf kebutuhan hidup pengungsi Sinabung kepada Staf Kepresidenan Abed Nego Tarigan didampingi Roy Abimanyu. Rumusan itu adalah rekaman aspirasi masyarakat pengungsi korban erupsi gunung Sinabung, dalam aksi massa yang digelar Senen (11/9/2017), bahkan Pemkab Karo sudah menggelar dua hari rapat, pada tanggal 9 hingga 12 September 2017 di Hotel Internasional Sibayak Berastagi, untuk membahas dan membawa aspirasi itu ke Istana Negara.

Bupati Karo mengatakan, draf atau rumusan tentang sewa rumah dan lahan yang diserahkan itu sudah sesuai regulasi yang ada sehingga tidak ada masalah hukum di kemudian hari.

“Maka sewa rumah dan lahan pertanian diganti menjadi “kebutuhan hidup” nomenklaturnya yang telah dirumuskan Pemkab Karo. Untuk itu, kami mohon bantuan Staf Kepresidenan memfasilitasi dan mendorong Kepala BNPB Pusat menampung keluhan masyarakat pengungsi melalui draf dan rumusan tersebut. Pengajuan anggarannya sekitar Rp3 miliar untuk empat  desa, yakni Desa Sukanalu Teran, Kuta Tonggal, Mardingding dan Sigaranggarang,” ujar Bupati Karo Terkelin Brahmana.

Pemkab Karo ingin tahu apapun bentuk nomenklaturnya, yang akan ditetapkan oleh BNPB, selain rumusan/draf yang telah disusun. Bagi Pemkab Karo, yang terpenting, kapan direalisasikan, berapa besaran jumlah yang diterima pengungsi per/KK sebagai ganti sewa rumah dan lahan (kebutuhan hidup).

Bupati Terkelin Brahmana juga meminta kejelasan atau kepastian dari kepala BNPB terkait persiapan relokasi mandiri pengungsi Sinabung tahap ke tiga. “Sesuai hasil rapat terkait relokasi tahap ke tiga beberapa waktu lalu, seluruh warga pengungsi relokasi tahap ketiga sudah saya SK-kan “By Name dan By Addres”,” ujarnya.

Untuk itu, pihaknya berharap relokasi tahap ke tiga dapat segera dilaksanakan. Percepatan pelaksanaan relokasi tahap ke dua sekarang ini sudah dilaksanakan, supaya sejumlah posko pengungsi Oktober 2017 dapat dikosongkan. Tidak ada lagi pengungsi yang tinggal di posko-posko, jika BNPB pusat menggelontorkan dananya.

“Ini harapan Pemkab Karo, mohon Staf Kepresidenan fasilitasi untuk mendorong percepatan demi masyarakat pengungsi Sinabung,” ujar Terkelin.

Wakil Ketua DPRD Karo, Effendi Sinukaban menyebutkan persoalan pengungsi ini memang sudah cukup lama. “Sudah tujuh tahun, sehingga masyarakat pengungsi sudah jenuh tinggal di posko. Sehingga kendala-kendala sekarang ini dialami Pemkab Karo seperti sewa rumah dan lahan tak kunjung selesai, sementara warga pengungsi sudah sangat mendesak agar cepat dicairkan,” katanya.

Nah kesulitan ini yang dialami Pemkab Karo, sedangkan pemerintah pusat tidak terkoneksi mengetahui langsung apa yang dialami pemerintah daerah sebagai tupoksi terdepan dalam penanganan pengungsi. Tak pelak lagi masyarakat kecewa dan berujung demo pengungsi.

“Oleh sebab itu saya selaku DPRD Karo berharap Kepala Staf Presiden (KSP) memahami dan membantu membantu Pemkab Karo. Jika perlu pak Roy Abimanyu kontak kepala BNPB,” ujar Efendi.

Turut hadir, Asisten 1 Pemkab Karo Suang karo-Karo, Kalak BPBD Karo Ir Martin Sitepu, DPRD Karo, Thomas Joverson Ginting, Jhon Karya Sukatendel DPRD, Ketua Pospera , Gelora S Pandia, Rico Sembiring, Kepala desa Sukanalu Sentosa Sitepu, Kades Sigarang garang Andisaputra Ginting, Oktavenus Sitepu Sekdes Sukanalu, Marbin Singarimbum, Kasi Pemdes Mardingding, Anhari Ginting, Kasi Pemdes Kuta Gugung, Paskah Ginting, Kades Kuta Gugung, Juna Pranatha Milala.

Sebelumnya, saat memimpin aksi, Koordinator Gerakan Rakyat Korban Erupsi Gunung Sinabung Henriko Sembiring menyampaikan, ada sejumlah janji pemerintah yang ditagih para pengungsi. Janji-janji yang masih hanya tinggal janji setelah berbulan-bulan mereka di kamp-kamp pengungsian.

“Tuntutan kami adalah agar pemerintah memenuhi janjinya akan membayarkan sewa rumah dan sewa lahan yang sudah dijanjikan,” ujar Henriko Sembiring.

Henriko juga menyampaikan, selain urusan kebutuhan mendasar para pengungsi korban erupsi Gunung Sinabung itu, para pengungsi juga menuntut kepada pemerintah agar segera merealisasikan janjinya untuk melakukan percepatan relokasi tahap ketiga terhadap para pengungsi, dengan menyediakan hunian tetap (huntap) bagi para pengungsi.

“Selain itu, biaya pendidikan anak sekolah sebagaimana telah dijanjikan oleh pemerintah akan diberikan, sampai sekarang tidak ada. Kami menuntut supaya itu dipenuhi,” ujar Henriko.

Dan yang termasuk paling urgen, lanjut dia, para pengungsi juga menuntut segera dilakukannya pembebasan lahan bagi pengungsi. “Dijanjikan pembebasan lahan pengungsi di Jalan Tembus Kabupaten Karo-Langkat. Kami meminta segera juga itu dilakukan,” tutur Henriko.

Senada dengan Henriko, aktivis kemanusiaan di pengungsian— yang juga pengungsi, Jepri Maradona Bangun mengtatakan, aksi unjuk rasa itu dilakukan, dikarenakan tidak ada keseriusan pemerintah untuk memperhatikan nasib mereka.

“Padahal, semua datang berkunjung, Presiden datang, menteri datang, Kapolri datang, Kapolda datang, kok tidak serius memperhatikan dan memenuhi janji-janjinya kepada para pengungsi yang sudah kian banyak yang sekarat ini,” ujar Jepri.(JR)

 

Leave a comment

Your email address will not be published.


*