Breaking News

Tujuh Juta Orang Indonesia Jadi Pengangguran, Gagal Sejahterakan Rakyat, Jokowi Jangan Berambisi Maju Pilpres 2019

Tujuh Juta Orang Indonesia Jadi Pengangguran, Gagal Sejahterakan Rakyat, Jokowi Jangan Berambisi Maju Pilpres 2019.

Pemerintahan Jokowi dinialai gagal mensejahterakan masyarakat Indonesia. Sebanyak tujuh juta orang Indonesia disebut menjadi pengangguran dan tidak bekerja selama Jokowi menggeber sejumlah proyek infrastruktur di berbagai wilayah.

 

Mantan Komisioner Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) Natalius Pigai menyampaikan, dari total penduduk Indonesia yang kini mencapi 262 juta orang, terdapat 190,59 juta orang usia kerja.

 

Dari total tersebut terdapat 131,55  juta orang angkatan kerja dimana sebanyak 7,01 juta jiwa menjadi penganggur.

 

Dia menjelaskan, tingkat pengangguran terbuka sektor pendidikan dari jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP) sebesar 5,36%, Sekolah Menengah Atas (SMA) sebesar 7,03%, Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) 9,27%. Diploma III (D3) sebesar 6,35%, dan universitas 4,98%.

 

“Sangat disayangkan penganggur SMK, Diploma dan Universitas lebih tinggi bahkan akan makin tinggi. Ini sudah ancaman serius Pak Jokowi. Negara yang dipimpin oleh seorang Tukang tidak mampu mengatur linkand macth antar pendidikan dan dunia kerja,” tutur Natalius Pigai, dalam siaran persnya, kemarin.

 

Dijelaskan pria yang merupakan Staf Khusus Menakertrans 1999-2005  ini, dari pengalamannya, jika ditelisik dari  perkembangan statistik, kondisi ini menunjukkan bahwa program Kabinet Jokowi  tidak pro job.

 

“Perusahaan-perusahaan ritel dan industri mulai gulung tikar bahkan terancam bangkrut, juga pengeluaran  Pemerintah (government expenditure) lebih banyak ke infrastruktur yang justru menyedot lapangan kerja terbatas dan menguntungkan para swasta asing dan kaum oligarki,” ujar Natalius Pigai yang pernah menjadi Kepala Bidang Statistik Ketegakerjaan, Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi RI itu.

 

Dia mengatakan, pertambahan jumlah penduduk Indonesia tiap tahun sebanyak 4 juta orang, sementara penciptaan lapangan kerja berdasarkan pertumbuhan ekonomi tiap 1% menyedot 400 pekerja, maka pertumbuhan ekonomi saat ini baru 5% berarti hanya 2 juta orang terserap.

 

“Sementara pertumbuhan penduduk 4 juta tiap tahun. Kita terlena sementara bahaya mengancam. Kalau tidak mampu, demi NKRI, Bangsa dan Negara lebih terhormat jika (Jokowi) tidak berambisi menjadi Presiden tahun 2019,” ujarnya.(JR)

Leave a comment

Your email address will not be published.


*