Breaking News

TP4D Kejati DKI Dampingi Proyek Pembangunan Rumah Sakit dan Puskesmas

Tim Pengawal dan Pengaman Pemerintah dan Pembangunan Daerah (TP4D) Kejaksaan Tinggi (Kejati) DKI Jakarta melakukan pengawalan terhadap pembangunan 5 rumah sakit dan 34 puskesmas di Dinas Kesehatan DKI Jakarta.

Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasipenkum) Kejati DKI Jakarta, Nirwan Nawawi mengatakan, pengawalan tersebut berdasarkan permintaan dari yang bersangkutan.

“Ada 39 kegiatan, yakni 34 pembangunan puskesmas dan lima rumah sakit,” kata Nirwan di Jakarta, Selasa (11/07/2017).

Sebelumnya, pihak Dinas Kesehatan DKI Jakarta yang diwakili oleh sekretarisnya Een Heriyani dan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) telah menyampaikan kendala proses pembangunan tersebut kepada TP4D Kejati DKI Jakarta.

Diantaranya soal pembangunan rumah sakit di Cipayung, Jakarta Timur yang terkendala karena adanya pihak yang mengklaim kepemilikan tanah tersebut sejak 2015. Padahal, pihak Dinas Kesehatan sudah mempunyai landasan hukum untuk pembangunan tersebut.

“Sehingga tidak ada alasan Dinas untuk tidak membangun rumah sakit tersebut,” jelas Nirwan.

Selain itu, lanjutnya, kendala lainnya yang ditemukan, yakni persoalan penghapusan aset untuk puskesmas di Kebayoran Lama, Kramat Jati dan Cilincing.

“Jadi sekarang masih menunggu proses pembongkaran bangunan sebelumnya, di atas lahan rencana pembangunan puskesmas,” ujarnya.

Menurut Nirwan, tugas TP4D adalah menghapus penghambat proses pembangunan serta berfungsi mengawal, mengamankan dan mendukung untuk keberhasilan jalannya pembangunan secara preventif dan persuasif.

Lebih lanjut, adapun kegiatan yang disampaikan kepada stake holder, memberikan penerangan hukum, perencanaan pelelangan, pelaksanaan, pengawasan, perizinan dan tata tertib administrasi serta pengelolaan keuangan negara.

“TP4D juga bisa melakukan penegakan hukum secara represif ketika ditemukan bukti permulaan yang cukup adanya perbuatan melawan hukum serta penyalahgunaan wewenang,” katanya.(Richard)

Leave a comment

Your email address will not be published.


*