Breaking News

Tolong Cooling Down Dulu, PKL Desak Elit Politik Fokus Dongkrak Daya Beli Masyarakat

Kurs Capai Rp 14.200 per Dolar, Rakyat Kecil Menjerit, PKL Desak Jokowi Stabilkan Ekonomi.

Para elit politik dan pengambil kebijakan diminta untuk cooling down. Mereka diingatkan agar sebaiknya bekerja keras meningkatkan daya beli masyarakat yang kian terpuruk.

Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Asosiasi Pedagang Kaki Lima Indonesia (APKLI) Ali Mahsun mengatakan, meskipun era pertarungan Pilpres 2019 kian dekat, bukan berarti para elit seenaknya mempolitisasi segala isu untuk meraih simpati masyarakat.

Menurut Ali, kepentingan dan kebutuhan masyarakat adalah yang utama untuk dilakukan saat ini. Kondisi perekonomian kaum rakyat kecil, lanjut pria yang disebut sebagai Presiden Kawulo Alit ini, begitu terhimpit.

Seharusnya, kaum elit dan pemerintah fokus meningkatkan perekonomian Indonesia. Dia mengharap tidak sibuk mencar-cari isu yang bisa digoreng-goreng demi kepentingan Pilpres.

“Kami meminta dengan penuh rendah hati kepada elit politik dan pemimpin negeri  ini untuk colling down menghadapi Pilpres RI 2019. Mereka juga harus bekerja keras dan cerdas untuk mendongkrak daya beli masyarakat yang semakin menurun di tengah melonjaknya kebutuhan hidup sehari-hari,” tutur Ali Mahsun, Sabtu (19/05/2018).

Ali mengatakan, masyarakat kecil seperti Pedagang Kaki Lima (PKL) sangat membutuhkan rasa aman dan ketenangan dalam menghadapi berbagai persoalan hidup.

“Kembalikan rasa aman kepada seluruh rakyat di tengah makin maraknya berbagai aksi teror yang terjadi,” ujarnya.

Dia mengatakan agar semua pihak berkepala dingin menghadapi situasi yang terjadi. Ali percaya, Indonesia tidak akan bubar dengan serangan militer seperti di Timur Tengah. Indonesia juga tidak akan bubar dengan himpitan ekonomi seberat apapun.

“Bahkan jika seluruh kekuatan ekonomi asing keluar dari Indonesia maka masyarakat adil dan makmur atas ridho Allah Swt akan segera terwujud di bumi Nusantara yang kaya raya dan strategis ini,” katanya.

Sebenarnya, lanjut dia, ancaman yang harus diwaspadai yakni adanya kekuatan yang bisa membuat Indonesia dibubarkan atau di-setting bubar. Pelakunya, menurut Ali adalah global conspiration yang getol menunggangi isu agama, ras, suku dan etnik.

“Oleh karena itu, jangan bermain api dengan isu agama, karena sangat berbahaya, bisa mengancam eksistensi dan keberadaan NKRI berdasarkan Pancasila dan UUD 1945,” katanya.

Bagi APKLI, tegasnya, laksana sungai, landasan atau dasar Indonesia sudah final. Dia pun berjanji akan berada di garda terdepan melawan setiap bentuk dan upaya politik pecah belah yang berbasis isu agama, ras, suku dan etnik.

“Kita akan memperkokoh kesatuan dan persatuan bangsa Indonesia,” pungkasnya.(JR)

Leave a comment

Your email address will not be published.


*