Breaking News

Tolak PHK, Tolak Penggusuran Rakyat Miskin, Buruh Serukan Save Pribumi!

Tolak PHK, Tolak Penggusuran Rakyat Miskin, Save Pribumi!

Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Sid Iqbal meminta kepada pemerintah, untuk menghentikan kriminalisasi buruh dan Stop Pemutusan Hubungan Kerja (PHK).

“Di cirebon buruh pelabuhan yang sebagian menjadi anggota kami (KSPI) terancam phk. Itu ada  2.600 orang, jadi bohong kalau dibilang nggak ada phk-phk lagi,” ungkap Said Iqbal di Hotel Mega Proklamasi, Jakarta Pusat, Jumat (21/4/2016).

Menurut Said Iqbal, PHK masih terus berlangsung. Di Jombang, diumumkan oleh Dinas Tenaga Kerja Jombang ada sebanyak 6000 buruh di PHK.

“Karena ada kaitannya, ketika kita demonstrasi untuk kenaikan upah, dan menolak PP Nomor 78 tahun 2015, malah dikriminalisasi,” ungkap dia.

Hari ini buruh di jakarta, lanjut Said Iqbal, ada 26 orang sedang masuk dalam dipersidangan. Kemudian, 10 orang sedang menunggu proses persidangan tersangka di batam, 5 orang di bekasi dan 7 orang di medan, jadi ini masif,” ujar Said Iqbal.

Selain itu, terkait Reklamasi Teluk Jakarta yang sedang hangat diperbincangkan, Said Iqbal menegaskan, menolak pelaksanaannya. Karena ada buruh yang tinggal di sekitar reklamasi teluk jakarta yang kehilangan mata pencaharian.

“Bapaknya nelayan tapi anaknya buruh yang kerja di dareah Jakarta Utara. Nah, kalau bapaknya kehilangan mata pencaharian dan dengan mengandalkan anaknya sebagai buruh, tentu akan memiskinkan para warga yang tinggal di daerah reklamasi itu,” ujar Said Iqbal.

Kemudian, masalah mengenai penggusuran, Said Iqbal menilai, khususnya Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaya Purnama alias Ahok, tidak manusiawi. Ahok  melakukan penggusuran kepada  orang miskin yang keras dan tajam ke bawah.

“Kali Jodo digusur, Kampung Pulo digusur, Pasar Ikan digusur atas nama tanah negara. Pertanyaan kita sederhana, kenapa Reklamasi tidak digusur. Kan tidak ada ijin dan itu belum dikeluarkan Amdal. Sudah disuruh hentikan tapi tetap menjalankan,” ungkap Said Iqbal.

Faktanya, lanjut Said Iqbal, orang-orang pribumi digusur semua, akan tetapi orang-orang yang non-pribumi yang ada direklamasi itu diselamatkan.

“Apakah karena pengembang itu orang-orang kaya, makanya Ahok tumpul ke atas,” ujar dia.

Said Iqbal menganggap, keadilan sudah tidak ada lagi untuk masyarakat kecil maupun masyarakat miskin. Jadi penggusuran ini, menurut dia, bukan untuk pembangunan.

“Bohong kalau dibilang untuk kesejahteraan, itu hanya retorika belaka. Keadilan itu harus ditegakkan dulu baru bicara tentang kesejahteraan. Tidak akan mungkin ada kesejahteraan tanpa ada keadilan. Keadilan kita lihat  tebang pilih, gubernur Ahok tebang pilih. Save pribumi istilah kita itu,” kata Said Iqbal.

Meski begitu, Said Iqbal menegaskan, kalau Ahok terus-terusan seperti ini, maka isu pribuminya akan kami terus dinaikkan. “Save pribumi, selamatkan pribumi,” ujar dia,(Jimmi)

Leave a comment

Your email address will not be published.


*