Breaking News

TKW Terancam Hukuman Mati Sudah Dipulangkan, Jaksa Agung HM Prasetyo Apresiasi Kinerja Atase Kejaksaan

TKW Terancam Hukuman Mati Sudah Dipulangkan, Jaksa Agung HM Prasetyo Apresiasi Kinerja Atase Kejaksaan.

Nurqoyah Marsan Dasan, Warga Negara Indonesia (WNI) asal Karawang yang divonis bebas hukuman mati di Arab Saudi akhirnya telah dipulangkan ke Indonesia, Selasa malam lalu.

Nurqoyah merupakan seorang Ekspariat Indonesia divonis bebas oleh Pengadilan Umum Dammam atas tuduhan membunuh anak dari majikan tempat bekerjanya di Dammam, Arab Saudi.

“Alhamdulillah bahwa kita berhasil menyelamatkan lagi satu nyawa di sana. Selama ini sudah menghadapi eksekusi hukuman mati disana dan berhasil kita selamatkan, kita berhasil meyakinkan Mahkamah di sana,” kata Jaksa Agung HM Prasetyo di Kompleks Kejaksaan Agung, Jakarta Selatan, Jumat (06/07/2018).

Prasetyo mengatakan, penyelamatan WNI dari hukuman mati ini berkat kerjasama antar semua petugas dan atase Kejaksaan yang berada di Arab Saudi. Menurutnya, tanpa kerjasama semua pihak dari berbagai instansi, maka tidak akan mungkin menghasilkan putusan yang maksimal.

“Itu semua atas jerih payah, usaha keras dan kerjasama antar semua petugas dan jaksa di sana yang berperan aktif melaksanakan advokasi, mengurusi, membela proses hukum di sana. Saat ini, alhamdulillah sudah dipulangkan ke Karawang,” ujarnya.

Dia juga menghibau agar para WNI yang berada di luar negeri dapat belajar dari kasus yang menimpa Nurqoyah di Arab Saudi. Dengan mengikuti atau patuh terhadap semua peraturan yang berlaku di negara tersebut.

“Ini berarti perjalanan yang berharga buat kita semuanya. Kalau WNI di luar negeri itu mereka harus menguasai dan memahami betul peraturan hukum atau kebiasaan yang ada di negara mereka tinggal. Artinya beda negara itu beda aturan harus kita pahami,” katanya.

Prasetyo menuturkan, peranan atase Kejaksaan di Negara lain sangat penting dengan memberikan bantuan hukum kepada WNI yang tersandung persoalan hukum. Selain itu, lanjutnya, pihaknya akan memberikan reward kepada jaksa yang bekerja maksimal mendampingi WNI yang memiliki persoalan hukum di negara lain.

“Yang berprestasi akan diberikan reward, saya sampaikan ke Menteri Luar Negeri terkait peran apa yang bisa diberikan ke mereka. Saat ini, ada 4 atase kejaksaan di luar negeri di Bangkok, di Riyad sama di Hongkong, dan satu lagi di Singapura,” ujarnya.

Prasetyo menambahkan, atase Kejaksaan di berbagai negara juga dapat bekerjasama dalam menangani kejahatan lintas Negara.

“Kita harapkan memberikan warna positif, mereka diharapkan bisa jadi akses kita ketika ada kejahatan lintas negara, koordinasi lintas negara, disamping bantu advokasi ketika menghadapi proses hukum sehingga bisa diperlakukan dengan baik dan dibela,” katanya.

Diketahui, Nurqoyah Marsan Dasan divonis bebas Pengadilan Umum Dammam setelah melalui proses persidangan selama 8 tahun. Nurqoyah akhirnya divonis bebas 3 April 2018 lalu.

Sejak kasus bergulir, KBRI Riyadh melalui atasan hukumnya terus memantau perkembangan dari waktu ke waktu. Selain itu, KBRI proaktif mendampingi Nurqoyah dalam setiap persidangan dan menunjuk kantor pengacara Mishal Al Sharif untuk bertindak sebagai kuasa hukumnya.(Richard)

Leave a comment

Your email address will not be published.


*