Breaking News

TKW Mati Disiksa, Migrant Care Desak Pemerintah Buktikan Komitmen Perlindungan WNI Di Luar Negeri

TKW Mati Disiksa, Migrant Care Desak Pemerintah Buktikan Komitmen Perlindungan WNI Di Luar Negeri.

Kisah tragis buruh migran Indonesia di Malaysia kembali terjadi. Kali ini buruh migran asal NTT, Adelina Lisao, mengalami penganiayaan oleh majikannya. Perempuan berusia 21 tahun ini tak tertolong jiwanya setelah ditemukan dalam kondisi mengenaskan di halaman rumah majikannya di kawasan Taman Kota Permai, Bukit Mertajam, Penang, Malaysia, pada 11 Februari lalu.

Direktur Eksekutif Migrant Care, Wahyu Susilo, menuturkan kasus yang menimpa Adelina terkuak setelah mendapat perhatian dari anggota Parlemen Malaysia dari Bukit Pertajam, Steven Sim Chee Kong. Diketahui, korban mengaku selama sebulan terakhir dipaksa tidur diluar rumah bersama anjing piaraan majikan, tidak diberi makan dan mengalami penganiayaan. Dalam kondisi yang penuh luka, korban sempat dirawat di RS Bukit Mertajam namun akhirnya tak tertolong jiwanya.

“Kematian Adelina memperpanjang daftar kematian buruh migran Indonesia asal NTT yang ditahun 2017 mencapai 62 orang,” katanya dalam siaran persnya,  Kamis (15/02/2018).

Kasus tersebut terungkap setelah anggota parlemen Bukit Pertajam, Steven Sim menerima laporan dari salah seorang mengenai seorang pekerja rumah tangga (PRT) asal Indonesia, Adelina Lisao, yang tidur di lantai luar depan rumah majikannya di Taman Kota Permai Penang. Adelina tidur hanya beralaskan tikar, tubuhnya mengalami luka lebam dibagian kepala, wajah, tangan dan kaki. Bahkan di tempat tersebut dia tidur bersama anjing peliharaan majikannya.

Setelah tim penyelamat datang, diketahui PRT tersebut bernama Adelina (21 tahun) asal Timor Tengah Selatan NTT, telah bekerja sekitar 2 tahun, dan sudah lebih dari sebulan tidur di depan rumah bersama anjing. Dari tetangganya didapati infornasi bahwa juga sering terdengar teriakan-teriakan dari rumah tersebut.

Adelina kemudian dibawa ke rumah sakit Bukit Pertajam. Karena mengalami trauma yang berat dan luka parah di kepala dan wajah serta infeksi di bagian tangan dan kakinya, Adelina meninggal dunia setelah dibawa rumah sakit. Saat ini pihak kepolisian setempat telah menahan majikan dan sodara laki-laki majikan Adelina.

Migrant Care mendesak pengusutan tuntas kasus ini agar majikan mendapatkan hukuman yang berat dan setimpal atas kekejiannya. Migrant Care juga meminta adanya pengusutan dugaan bahwa Adelina adalah korban perdagangan manusia.

“Pernyataan pihak perwakilan RI di Penang (KJRI Penang dan KBRI Kuala Lumpur) bahwa Adelina adalah PRT migran Indonesia yang tidak berdokumen tak boleh menjadi alasan untuk tidak menangani kasus ini,” ujar Wahyu. Ditegaskannya, kasus ini harus dituntaskan sebagai bentuk komitmen perlindungan warga negara Indonesia yang ada di luar negeri.

Selain itu, piaknya juga mendesak pemerintah Indonesia untuk segera memberikan informasi tentang penyebab meninggalnya Adelina kepada pihak keluarga, memberikan perlindungan dan bantuan hukum guna menuntut keadilan, mengambil sikap tegas dan nyata dengan mengirimkan nota protes diplomatik kepada pemerintah Malaysia, serta mendesak proses hukum secara fair dan berkeadilan.

Sebelumnya, Menteri Ketenagakerjaan, M. Hanif Dhakiri, menegaskan pihak majikan harus bertanggung jawab atas kematian buruh migran Indonesia bernama Adelina Lisao (21) yang meninggal setelah mengalami penyiksaan oleh majikannya. “Kami minta pihak majikan bertanggung jawab,” ujarnya. Kemenaker sendiri telah berkoordinasi dengan Duta Besar Indonesia untuk Malaysia yang berkedudukan di Kuala Lumpur untuk menyelesaikan permasalahan ini.(JR)

Leave a comment

Your email address will not be published.


*