Breaking News

TKI Adelia Disiksa Majikan dan Meninggal Dunia, Buruh Akan Geruduk Kedubes Malaysia

TKI Adelia Disiksa Majikan dan Meninggal Dunia, Buruh Akan Geruduk Kedubes Malaysia.

Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) menyesalkan kematian seorang Tenaga Kerja Wanita (TKW) bernama Adelina Lisao (21) di Malaysia. Apalagi buruh migran asal Nusa Tenggara Timur itu dilaporkan tewas setelah disiksa majikannya.

 

Kematian Adelina memperpanjang daftar kematian buruh migran Indonesia asal NTT. Terlebih lagi, pada bulan Januari lalu Kepala Seksi Perlindungan dan Pemberdayaan Balai Pelayanan Perlindungan dan Penempatan Tenaga Kerja Indonesia (BP3TKI) Kupang, Siwa mengatakan sebanyak 62 Tenaga Kerja Indonesia (TKI) asal Nusa Tenggara Timur (NTT), meninggal di Malaysia selama tahun 2017.

 

Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal mengatakan, meskipun Adelina dilaporkan masuk ke Singapura secara illegal, Pemerintah tidak boleh lepas tangan dan harus proaktif melakukan pengusutan sehingga pelakunya mendapat hukuman yang setimpal.

 

“Harus ada langkah konkret yang dilakukan pemerintah untuk memastikan kejadian seperti ini tidak terulang kembali,” kata Presiden KSPI yang juga Presiden Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI), Said Iqbal di Jakarta, Kamis (15/02/2018).

 

Oleh karena itu, dia menegaskan bahwa KSPI menuntut agar segera dilakukan Revisi Undang Undang No 39 tahun 2004 tentang Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia.

 

Dimana, lanjut dia, didalam revisi itu nantinya harus memasukkan pasal baru kewajiban pemerintah melindungi para TKI, mempersiapkan pengacara dari dan biaya negara bila terjadi kasus, menempatkan orang BNP2TKI bersama atase perburuhan di tiap negara, wajib memberikan pendidikan dan pelatihan kepada TKI sebelum bekerja di luar negeri dan bersertifikat termasuk TKW, pemerintah Indonesia wajib membuat MoU dengan pemerintah negara tujuan tentang upah minimum dan kesejahteraan yang di terima TKI, perlindungan asuransi jiwa dan penghasilan, peserta BPJS Kesehatan, dan lain sebagainya.

 

“Kita juga menuntut agar majikan yang telah menyiksa Adelia segera dipenjarakan,” ujar Said Iqbal.

 

Kemudian, lanjut dia, harus disiapkan pengacara terbaik untuk melakukan tuntutan secara Perdata dan Pidana terhadap pelaku dan berikan santunan untuk keluarga Adelia.

 

“Ini juga tanggung jawab Ketua BNP2TKI. Jadi, pecat Ketua BNP2TKI dan atase perburuhan di Malaysia karena kejadian ini terus berulang,” ujarnya.

 

Tak cukup sampai di situ, Said Iqbal menjanjikan bahwa pihaknya tengah mempersiapkan aksi di Kedubes Malaysia untuk meminta pertanggung jawaban pemerintah Malaysia.

 

“Karena mereka sudah berulangkali meremehkan TKI,” pungkas Said Iqbal.(JR)

Leave a comment

Your email address will not be published.


*