Breaking News

Tidak Profesional, Polisi Dilaporkan ke Propam, Kapolri Diminta Tindak Tegas Kinerja Penyidiknya

Tidak Profesional, Polisi Dilaporkan ke Propam, Kapolri Diminta Tindak Tegas Kinerja Penyidiknya.

Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Polisi Tito Karnavian kembali didesak menindaktegas anak buahnya yang tidak profesional.

Dalam banyak penanganan kasus dan perkara, penyidik cenderung dibiarkan bertindak sesuka hatinya, bahkan tidak sedikit yang membenamkan pengusutan perkara, sehingga sangat merugikan para pencari keadilan.

Direktur Eksekutif LBH Integritas Hendrik Sinaga menyampaikan, bahkan banyak  pencari keadilan yang bertahun-tahun tidak dilayani dengan selayaknya. Hal ini sangat rentan mempermaikan proses hukum, membunuh keadilan yang sedang diperjuangkan para pencari keadilan, dan menunjukkan betapa tidak profesionalnya para penyidik.

“Kami sudah menyurati Pak Kapolri, Kompolas, bagian Propam dan pihak-pihak terkait, meminta agar para penyidik yang tidak profesional segera diusut tuntas,” tutur Hendrik Sinaga, di Jakarta, Selasa (10/07).

Dia menjelaskan, sudah beberapa kali pimpinan berganti, kok ada pula penyidik yang tidak menuntaskan proses penyidikannya. “Tidak ada kepastian hukum, semua proses diduga dijadikan ajang permain-mainan saja. Ini harus diusut dan ditindak tegas dong,” ujarnya.

Bayangkan saja, lanjut Hendrik,  seperti yang dialami dokter Lukas Budi Andrianto. Kemarin, Direktur PT Avetama ini kembali melaporkan penyidik bernama Bripka Ardichan yakni anggota Ditreskrimum Polda Metro Jaya ke Propam Polda Metro Jaya. Pelaporan itu dilakukan atas dugaan tidak profesionalnya penyidikan dalam menangani perkara pidana penipuan dan penggelapan.

“Jadi telah dilaporkan Bripka Ardichan, anggota Ditreskrimum Polda Metro Jaya ke Propam Polda Metro Jaya dengan nomor: STPL/46/VII/REN.4. 1.1/2018/Subbagyanduan atas dugaan tidak profesionalnya dan adanya keberpihakan,” kata Hendrik Sinaga.

Hendrik menyampaikan, perkara yang sudah bergulir sejak November 2013 lalu tersebut belum juga disidangkan meski penyidik sudah menetapkan dua orang tersangka yakni Dirut PT Putra Garuda Mas Raya, Virga Raya Damanik dan Doni Mansen Aritonang selaku Direktur PT Putra Garuda Mas Raya.

“Kita hanya meminta keadilan dan kepastian hukum. Jangan lagi prosesnya lambat. Kita juga akan menembuskan surat ini ke Kapolri, Kabareskrim, Irwasum, Dirwasidik, Kapolda Metro Jaya, Ditreskrimum Polda Metro Jaya dan terakhir Kompolnas. Masa sudah 3 Kapolda Metro Jaya dan 4 Ditreskrimum berganti tapi perkara tidak kelar-kelar,” ujarnya.

Lukas awalnya melaporkan Virga dan Doni ke Polda Metro Jaya (PMJ) atas dugaan penipuan dan atau penggelapan sebagaimana dimaksud Pasal 378 dan atau 372 KUHP. Laporan tersebut tecatat TBL/4028/XI/2013/PMJ/Ditreskrimum pada Unit I Subdit Renakta.

Kemudian penyidik PMJ menetapkan kedua orang terlapor di atas sebagai tersangka sesuai penetapan Nomor R/8198/12/2017/DATRO tanggal 14 Desember 2017. Bahkan, penyidik menyatakan tersangka Virga sebagai buronan dan masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) karena tidak kooperatif.

Sementara itu, Lukas menyampaikan, kasus ini berawal dari kerja sama yang hendak dijalankan dirinya dengan kedua pihak terlapor. Menurut Lukas, keduanya mengaku memiliki lahan dan Kuasa Penambangan (KP) yang kini menjadi Izin Usaha Penambangan (IUP) serta dokumen terkait lainnya sehingga ia sepakat bekerja sama yang dituangkan dalam Akta Notaris No. 08 di hadapan Notaris Maharani pada 27 Juli 2011.

Dari kerja sama pengelolaan penambangan pasir besi tersebut, Lukas bersedia membayar royalti di muka untuk dapat memulai persiapan dan pembangunan di area tambang. Uang yang telah diserahkan sejumlah Rp 1,5 milyar dalam 3 tahap masing-masing Rp 500 juta.

Dalam pelaksanaanya banyak kendala, khususnya terkait IUP. “Ternyata terlapor tidak bisa membuktikan memiliki KP/IUP dan dokumen pendukung seperti yang dijanjikan di awal, bahkan terlapor diduga menggunakan dokumen palsu sehingga dilaporkan ke Polda Metro Jaya,” tutur Lukas.

Sementara itu, pihak Polda Metro Jaya Kompol Nur Halimah yang menerima laporan mengatakan, pihaknya terkejut dengan adanya penanganan perkara yang berlarut-larut di Polda Metro Jaya. Ia berjanji akan segera menindaklanjuti dan menelusuri pihak-pihak yang dilaporkan untuk segera tindakan tegas.

“Kita akan memanggil penyidik yang menangani untuk melakukan gelar perkara,” katanya.

Selain itu, hal ini juga akan disampaikan ke pimpinan. “Pastinya kami akan proses,” ujarnya.(JR)

Leave a comment

Your email address will not be published.


*