Breaking News

Tidak Ada Unsur Kemanfaatan Hukum, Kejagung Cabut Memori Banding Kasus Ahok

Kejaksaan Agung (Kejagung) resmi mencabut memori banding kasus penistaan agama dengan terdakwa Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).

 

Ketua Tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) kasus Ahok, Ali Mukartono mengatakan, pihaknya telah mengajukan pencabutan memori banding pada 6 Juni kemarin ke Pengadilan Negeri Jakarta Utara (PN Jakut).

 

“Sudah kita dikirim pencabutan tanggal 6 Juni kemarin,” kata Ali Mukartono, di kompleks Kejagung, Jakarta Selatan, Kamis (08/08/2017).

 

Menurut Ali, pencabutan tersebut dikarenakan terdakwa Ahok telah menerima putusan majelis hakim PN Jakut.

 

“Kita menilai tidak ada lagi kemanfaatan dari kasus itu,” ujarnya.

 

Selain itu, lanjutnya, kasus tersebut telah memiliki kepastian hukum sehingga tidak tepat untuk mengajukan memori banding.

 

“Kita mau berjuang apa lagi kalau sudah diterima, kalau mau banding harus mempertimbangkan kepastian kemanfaatan hukumnya,” ucapnya.

 

Ali mengatakan, pihaknya telah mengkaji pencabutan memori banding tersebut sejak awal setelah terdakwa Ahok mencabut banding.

 

“Sejak Ahok mencabut banding kita juga sudah mengkaji ke hal yang sama,” ujarnya.

 

Sementara itu, Humas PN Jakarta Utara Hasoloan Sianturi mengatakan, pihaknya telah menerima berkas pencabutan memori banding dari Kejaksaan Negeri Jakarta Utara pada 6 Juni kemarin.

 

“Iya, sudah dicabut tanggal 6 Juni oleh Kejaksaan Negeri Jakarta Utara,” kata Hasoloan di Jakarta, Kamis (08/06/2017).(Richard)

Leave a comment

Your email address will not be published.


*