Breaking News

Tersangka Kontraktor Olimpiade Siswa Mangkir Dari Pemeriksaan Penyidik Kejati DKI

Tim penyidik Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Tinggi (Kejati) DKI Jakarta gagal memeriksa “AD” sebagai tersangka kasus dugaan korupsi penyelenggaraan Olimpiade Olahraga Siswa Nasional di Balikpapan, Kalimantan Timur, lantaran “AD” mangkir alias tidak memenuhi panggilan penyidik.

“Yang bersangkutan (AD) mangkir alias tidak datang tanpa alasan yang jelas,” kata Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasipenkum) Kejati DKI Jakarta, Nirwan Nawawi di Jakarta, Selasa (18/07/2017).

Nirwan menegaskan, pihaknya akan melayangkan surat panggilan kedua kepada “AD”.

“Kita segera mengirimkan surat panggilan kedua,” ujarnya.

Menurut Nirwan, tidak menutup kemungkinan apabila tiga kali panggilan “AD” tetap tidak bersedia memenuhi panggilan tim penyidik Pidsus, pihaknya akan melakukan jemput paksa.

“Bisa saja dijemput paksa, jika tiga kali mangkir. Tapi kami berharap yang bersangkutan bersedia hadir untuk diperiksa sebagai tersangka,” tegasnya.

AD yang diketahui merupakan kontraktor yang mengerjakan proyek tersebut.

Dalam kasus ini, Kejati DKI Jakarta telah menetapkan tersangka Sumharmoko, selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) di Kementerian Pendidikan Nasional (Kemendiknas).

Tersangka Sumharmoko dikenakan Pasal 2 ayat (1) atau Pasal 3 Jo Pasal 18 UU Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana sudah diubah menjadi Undang-undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Dijelaskan Nirwan, kasus tersebut bermula pada 2013 Direktorat Pembinaan Kemendiknas mengadakan proyek kegiatan lomba kompetensi, sains, dan olahraga.

DIPA anggaran acara itu sebesar 10.884.270.000 rupiah dan digelar di dua hotel di Balikpapan, Kalimantan Timur, yakni Hotel Hakaya dan Hotel Town.

Dalam kasus tersebut, penyidik telah menyita uang dari Sumharmoko senilai 491.238.700 rupiah dari Hotel Hakaya dan 117.145.500 rupiah dari Hotel Town Balikpapan.(Richard)

Leave a comment

Your email address will not be published.


*