Breaking News

Terpanggil Bersaksi, Whistle Blower Ingin Ungkapkan Kebenaran

Terpanggil Bersaksi, Whistle Blower Ingin Ungkapkan Kebenaran.

Seorang pria bernama RD Arief B Perlambang alias Buce Perlambang alias Buce Herlambang merasa terpanggil untuk menyuarakan kebenaran terkait adanya gugatan Muhammad Azis Wellang di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat dengan No.596/PDT.G/2017/PN.Jakpus.

 

“Saya akan menjelaskan dan menceritakan yang sebenarnya mengenai kejadian  masalah pinjaman uang sebesar Rp. 500 juta kepada Bapak Herman Jaya oleh Azis Wellang, saya bertanggung jawab dunia akhirat,” ujar Buce kepada wartawan di Jakarta, Kamis (08/03/2018).

 

Dia menuturkan, sekitar tahun 2008 dirinya diperkenalkan Azis Wellang oleh Andy Kartoyo seorang pengacara dengan maksud meminta bantuan untuk mengurus peningkatan Sertifikat Hak Pakai Nomor 125/Kebon Kacang menjadi Sertufikat Hak Milik yang luasnya 485 m2 menjadi 850 m2.

 

“Dalam pengurusan sertifikat tersebut membutuhkan biaya. Tapi Azis Wellang tidàk mempunyai uang, kemudian Azis Wellang memerintahkan saya untuk mencari pinjaman Rp 500 juta dengan jaminan Sertifikat Hak Pakai No.125/Kebon Kacang,” ungkap Buce.

 

Namun, kata Buce, Azis Wellang tidak mau menghadap Notaris. Ia pun menyuruh dirinya untuk membuat KTP, KK, Buku Nikah  atas nama Azis Wellang untuk di palsukan dengan biaya Rp 500 ribu yang semuanya atas perintah dan persetujuan dari Azis Wellang.

 

“Saya sebenarnya tidak kenal Pak Herman Jaya. Saya hanya mengetahui Pak Herman Jaya pada saat transaksi di hadapan Notaris, saya tandatangani, lalu saya pergi dengan alasan istri mau melahirkan, saya tidak bertemu dan yang bertemu dengan Pak Herman Jaya adalah Datuk Dasril Nan Kuning , Ir. Agus dan Marcela. Saya kenal dengan Pak Herman Jaya di Polda Metro Jaya ketika dikonfirmasi. Selanjutnya uang sebesar Rp. 500 juta dari Herman Jaya yang diterima Datuk Dasril dan Ir. Agus diserahkan kepada saya,” paparnya.

 

Kemudian, lanjut dia, keesokan harinya ia menyerahkan uang tersebut kepada Azis Wellang dengan memberikan kwitansi penerimaan uang tersebut dan pengakuan utang di rumahnya di Apartemen Kemayoran.

 

Menurut Buce, Azis Wellang juga menyuruh sekretarisnya membuatkan surat perjanjian utang bukti kwitansi dan tidak boleh dibocorkan kepada Herman Jaya.

 

“Perkara yang menjerat saya, dimana saya telah divonis bersalah oleh majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Pusat selama 4 bulan penjara, sampai saat inj masih menunggu Peninjauan Kembali (PK). Ini saya ceritakan yang sebenarnya saya hanya disuruh Azis Wellang . Saya juaga tidak ada kepentingan apapun, Saya hanya menceritakan hal yang sebenarnya, dan saya juga hanya korban serta menjadi turut tergugat dalam perkara ini,” ujarnya.

 

Menanggapi pernyataan Buce, Herman Jaya mengatakan, satu persatu kebenaran itu telah datang. Ia pun akan terus mencari keadilan dan berharap pihak yang bertanggung jawab segera dibawa ke meja hukum.

 

“Saya telah menjadi korban, selain uang juga terjerat hukum yang sama sekali tidak saya lakukan . Yang saya ketahui hanyalah Azis Wellang meminjam uang saya Rp.500 juta dengan jaminan sertifikat Hak Pakai No.125/Kebon Kacang. Kesaksian Buce ini menjadikan kasus yang menimpa saya menjadi terang benderang siapa aktor sebenarnya yang harus diproses secara hukum,” kata Herman Jaya.(JR)

Leave a comment

Your email address will not be published.


*