Breaking News

Terorisme Merebak, Kelompok Cipayung Plus Minta Rektor Seluruh Indonesia Berantas Faham Radikal di Kampus

Terorisme Merebak, Kelompok Cipayung Plus Minta Rektor Seluruh Indonesia Berantas Faham Radikal di Kampus.

Gerakan Mahasiswa yang tergabung dalam Kelompok Cipayung Plus dan Organisasi Kepemudaan (OKP) menyerukan kepada seluruh Rektor untuk turut serta memberantas faham radikal di kampus-kampus.

Maraknya aksi-aksi terorisme belakangan ini, tidak terlepas dari melebarnya faham radikal dan kekerasan di berbagai perguruan tinggi di Tanah Air.

Jurubicara Kelompok Cipayung Plus Provinsi Banten Richard Simanjuntak menyerukan, Rektor diseluruh Indonesia, khususnya di Banten harus berperan aktif mengeliminir faham radikal.

“Maminta rektor di seluruh Indonesia, khusunya di Banten, untuk ikut serta menindak dan memberantas mahasiswa yang berfaham anti Pancasila, menghalau penyebaran faham radikal di kampus-kapus, karena faham-faham seperti itu merupakan benih-benih terorisme,” tutur Richard Simanjuntak, dalam siaran persnya, Rabu (16/05/2018).

Kelompok Cipayung Plus Provinsi Banten yang terdiri dari Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI), Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI), Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI), Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) dan Kesatuan Aksi Mahsiswa Muslim Indonesia (KAMMI), bersepakat agar kaum intelektual muda yang belajar di kampus-kampus tidak disusupi oleh faham radikal yang merusak Keindonesiaan dan Kebhinnekaan.

Lebih lanjut, Richard Simanjuntak yang juga Sekretaris Cabang GMKI Provinsi Banten itu menambahkan, peran dunia kampus sangat sentral untuk mengeliminir faham yang merusak Indonesia.

“Para rektor kami yang tercinta diharapkan berperan aktif memberantas faham-faham radikal dan anti Pancasila itu di institusi-institusi pendidikan,” ujar Richard.

Ketua Umum PKC PMII Provinsi Banten Mukhtar Ansori Attijani menjelaskan, peledakan BOM di Surabaya merupakan tindakan kejam yang mengganggu perdamaian nasional.

Oleh karena itu, peran nyata aparat pemerintah harus segera dilakukan menghentikan berbagai serangan teror.

“Kita meminta pemerintah bersama DPR segera mensahkan revisi Undang-undang anti terorisme,” ujarnya.

Mukhtar juga meminta seluruh elemen masyarakat, lembaga masyarakat, lembaga keummatan, lembaga pendidikan, Organisasi Masyarakat dan Organisasi Mahasiswa untuk saling bekerjasama membendung dan memberantas terorisme. “Serta bersama-sama mengupayakan pedamaian,” ujarnya.

Ketua Umum DPD IMM Provinsi Banten, M Asep Rahmatullah mendorong TNI dan Polri segera mengusut tuntas aksi terorisme.

“Dan segera membasmi terorisme dari bumi Indonesia,” ujarnya.

Asep juga meminta pemerintah mengusut tuntas dan menyelidiki kasus-kasus anarkis dan kekerasan yang terjadi.

“Kami berharap, penegakan hukum yang adil dan beradab terhadap pelaku tindak kekerasan anarkis dan teroris,” ujarnya.

Ketua Umum KAMMI Wilayah Banten Imam Maulana juga menyerukan kepada pemerintah dan masyarakat menjaga keamanan, kedamaian dan toleransi untuk menjaga NKRI.

“Mengutuk dan mengecam segala bentuk tindakan terorisme oleh siapapun dengan motif apapun,” katanya.

Sedangkan Ketua DPD GMNI Provinsi Banten, Solahudin Tamam menghimbau seluruh masyarakat untuk bergandengan tangan menghadapi terorisme dan menyelesaikan persoalan-persoalan kebangsaan dengan semangat persatuan dan Pancasila.

“Mari kita bersama-sama merawat kebhinekaan dan menjaga persatuan bangsa dan negara Indonesia,” ujar Solahudin.

Dia juga meminta masyarakat mendukung aparat kepolisian untuk mengusut tuntas tindakan terorisme yang terjadi di Surabaya dan berbagai tempat.(JR)

Leave a comment

Your email address will not be published.


*