Breaking News

Terkait Dorongan Reshuffle, PAN Dinilai Buat Gaduh dan Haus Jabatan

Kabar mengenai Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan segera melakukan reshuffle semakin santer terdengar. Namun, belum ada yang tahu secara pasti, kapan reshuffle jilid II dilakukan. Sementara itu, Partai Amanat Nasional (PAN) mengklaim bakal mendapat jatah 2 kursi menteri dalam reshuffle kabinet jilid II nanti.

Pengamat Politik Yasin Mohammad menyayangkan sikap PAN yang mengklaim bakal mendapatkan jatah di kabinet dalam reshuffle nanti.

Menurut dia, tak pantas hal itu dilakukan, PAN seolah mendorong-dorong agar Jokowi melakukan reshuffle.

“Dalam kondisi situasi politik, itu tidak baik. Kalau mengusulkan nama itu hal yang wajar. Kalau mendesak bilang ke publik telah dapat jatah menteri, itu mendahului hak Presiden. Seolah-olah mereka sudah dapat jatah kursi,” kata di Jakarta, Minggu (10/1/15).

Yasin menilai, partai yang dilahirkan ormas Muhammadiyah itu menunjukkan perilaku kurang baik. Seharusnya, PAN tahu diri karena mereka baru bergabung dengan parpol pendukung pemerintah.

Persoalaan PAN nantinya mendapat jatah kursi menteri hal itu hak penuh Presiden Jokowi.

“Itu cara-cara kurang baik, dan tidak baik bagi PAN sendiri. Karena baru bergabung dengan pemerintah. Apapun yang dilakukan Presiden nantinya harus didukung. Karena dia sudah jadi pendukung pemerintah,” katanya.

Cara berpolitik PAN, lanjut Yasin, menunjukkan sebagai parpol yang terkesan haus jabatan. Di samping itu, kata dia, tindakan PAN justru membuat kegaduhan baru bagi pemerintahan Jokowi-JK.

“Tidak etis. Partai tak punya wewenang dan bilang partai punya jatah. Seolah-olah bilang kami dapat jatah menteri dan membuat kegaduhan baru dan memberi kesan partai haus jabatan. Orang baru kok sudah minta-minta. Tidak memberi pelajaran politik masyarakat,” ujarnya.

Sebelumnya, beberapa politikus PAN mengaku telah mendapat jatah kursi menteri pasca bergabung ke Pemerintahan Jokowi-JK.

Bahkan, tak sedikit beberapa tokoh lainnya yang ngotot mendorong agar Jokowi melakukan reshuffle.

Ketua DPP PAN Aziz Subekti mengaku, partainya mendapatkan jatah dua kursi menteri di kabinet pemerintahan Jokowi-JK.

Dua kursi menteri yang didapatkan PAN ialah Menteri Perhubungan dan Menteri Kehutanan dan Lingkungan Hidup.

“Informasi dari kalangan Istana demikian, kami mendapat jatah 2 menteri. Saya rasa informasi nya cukup valid,” ujar Azis Subekti, Kamis 24 Desember 2015 lalu.

Leave a comment

Your email address will not be published.


*