Breaking News

Terjadi Dugaan Penyalagunaan Wewenang, Pelanggaran BPN Kabupaten Bogor Mesti Diusut

Terjadi Dugaan Penyalagunaan Wewenang, Pelanggaran BPN Kabupaten Bogor Mesti Diusut.

Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Bogor diduga telah melakukan penyalagunaan wewenang. Karena itu, aparat penegak hukum diminta segera mengusut persoalan ini.

Advokat Hendri RE Assa mengungkapkan, bukan sekali ini BPN Kabupaten Bogor dilaporkan telah melakukan penyelewengan.

Bahkan, yang terbaru, BPN Kabupaten Bogor melakukan penyalahgunaan wewenang dalam memberikan Nomor Induk Bidang (NIB) kepada PT Mitra Lima R, yang berlokasi di Desa Kalisuren, Kecamatan Tajurhalang, Bogor. NIB itu diberikan atas lahan milik PT Baleni 17 KEU sebagai pemilik lahan yang sah.

Hendri RE Assa mengatakan, pengajuan sertifikasi obyek tanah yang berletak di Desa Kalisuren, Kecamatan Tajurhalang, itu  sudah dilakukan pada Maret 2018, namun malah diberikan ke PT Mitra Lima R.

“Kami sudah melakukan pengajuan berdasarkan bukti kepemilikan berupa sertifikat dan SPH. Dan kami mengajukan itu sekitar Maret 2018 dan sekarang sudah mau masuk bulan November sertifikat belum selesai, ungkap Hendri RE Assa, saat menggelar jumpa pers, di Bogor, Rabu (31/10/2018).

Hendri membeberkan, kasus klaim lahan yang dilakukan oleh PT Mitra Lima R di atas lahan milik mereka ini, berawal dari pengajuan sertifikasi lahan seluas 7500 meter persegi yang ingin dilakukan oleh PT Baleni, yang merupakan klien Hendri.

“Semua langkah – langkah sudah kami lakukan, mulai dari permohonan, dan saya datang ke BPN sudah bukan 10 kali, bahkan lebih dari 10 kali, bahkan kami sudah melakukan mediasi. Karena di tanah yang sudah di beli itu ada pengakuan hak dari pihak lain, dan yang paling parah di lahan kami terpasang nomor induk bidang (NIB),” ujarnya.

Untuk membuktikan lahan itu, dirinya menantang kepada PT Mitra Lima R menunjukkan keabsahan NIB yang pihak perusahaan tersebut miliki.

“Dari pihak kami membawa semua bukti dan SPH. Sedangkan mereka hanya membawa fotocopy SPH saja sedangkan yang asli tidak ada. Sedangkan girik milik mereka tidak ada, dan yang lucu perwakilan PT. Mitra Lima R tidak bisa menunjukan batas – batas lahan miliknya saat sidak kelapangan bersama BPN. Dan ketika kami mencoba kroscek ke kantor Desa Kalisuren, data register kepemilikan perusahaan mereka tidak tercatat, sementara milik kami ada,” jelasnya.

Dia menduga kuat adanya permainan yang dilakukan oleh pegawai BPN Kabupaten Bogor, untuk mengeluarkan NIB PT Mitra Lima R diatas lahan milik mereka.

“Karena NIB dan sertifikat itu produk BPN, kita dalam waktu dekat akan lakukan proses hukum terhadap tindakan BPN. Ini harus diusut dan dibongkar,” pungkasnya.(Apul Iskandar)

Leave a comment

Your email address will not be published.


*