Breaking News

Terbelalak Dengan Terus Masuknya Berton-ton Narkoba ke Tanah Air, Usut Tuntas Peredaran dan Maraknya Kejahatan Narkotika

Terbelalak Dengan Terus Masuknya Berton-ton Narkoba ke Tanah Air, Usut Tuntas Peredaran dan Maraknya Kejahatan Narkotika.

Rakyat Indonesia seharusnya terbelalak dengan seringnya narkoba masuk ke Tanah Air. Dengan jumlah narkoba yang sangat besar, seperti yang tertangkap dari Kapal MV Sunrise Glory yakni Kapal Ikan berbendera Singapura, yang mana sebanyak 1 Ton narkoba jenis sabu-sabu ditangkap dan diamankan oleh anggota TNI Angkatan Laut dari kapal asing yang memasuki perairan Indonesia itu, maka menjadi pertanyaan besar bagi seluruh rakyat Indonesia, mengapa sudah begitu banyak narkoba masuk ke Indonesia dan sudah sering ditangkapi, namun tidak kunjung surut?

 

Koordinator Jaringan Mahasiswa Anti Narkoba (JaMAN) Aries Agur menyampaikan, kejadian demi kejadian berulang, dengan modus yang beragam, serta dengan jumlah seludupan narkoba yang juga besar, hingga 1 ton narkoba, patut dipertanyakan.

 

“Aparat penegak hukum dan para petugas patut digeber dan dipertanyakan dengan terus maraknya penyeludupan dan kejahatan serta penyalagunaan Narkoba di Tanah Air. Tidak mungkin orang asing main masuk dan kian gila-gilaan menyebar Narkoba di Indonesia, jika tidak ada ‘orang dalam’ yang membantu mereka secara diam-diam,” tutur Aries Agur, di Jakarta, Sabtu (10/02/2018).

 

Aries mengatakan, jika masyarakat pun tidak terbelalak dan tidak mau peduli dengan maraknya peredaran dan penyeludupan Narkoba di Tanah Air, maka dapat dipastikan kejahatan demi kejahatan lainnya akan juga terjadi akibat Narkoba.

 

“Saya aja terbelalak mengetahui ada lagi narkoba masuk 1 ton. Harusnya masyarakat Indonesia juga terbelalak, lalu waspada, dan menjadi kritis dengan berbagai modus dan peredaran narkoba yang setiap saat kita baca diberita terjadi penangkapan. Kok berulang dan berulang, terjadi lagi dan makin gila-gilaan. Ada apa?” ujar Aries.

 

Aries pun mendesak aparat penegak hukum dan semua elemen masyarakat Indonesia untuk mengusut tuntas penyeludupan dan peredaran narkoba di Tanah Air. Menurut dia, bukan tidak mungkin ada ‘orang dalam’ di sejumlah dinas dan pejabat dan petugas yang berkolaborasi dengan para penjahat dan bandar narkoba, sehingga kejadian demi kejadian terus terjadi.

 

“Kita tahu, di penjara saja pembuatan narkoba, bisnis narkoba dan peredarannya bisa dilakukan. Tidak mungkin itu terjadi kalau tidak ada kolaborasi dengan oknum petugas atau pejabat yang juga mendapat keuntungan dari bisnis haram itu. Mereka semua harus kita bongkar dan geruduk,” tutur Aries.

Dia juga meminta kepada Presiden Joko Widodo agar juga menindak tegas dan keras oknum petugas dan atau oknum pejabat yang malah menjadi kaki tangan para bandar yang berbisnis narkoba di Tanah Air.

 

“Mereka-mereka seperti itu adalah pengkhianat yang harus dihentikan. Usut tuntas semuanya, jangan kayak jadi permainan saja urusan narkoba ini,” pungkas Aries.

 

Sebelumnya, Sebanyak 1000 kilogram atau 1 ton narkoba jenis sabu-sabu ditangkap dan diamankan oleh Anggota Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI-AL) dari Kapal ikan berbendera Singapura.

 

Di dalam kapal yang bernama MV Sunrise Glory itu, narkoba jenis sabu-sabu sebanyak 1 ton itu pun kini masih dalam pengamanan petugas.

 

TNI Angkatan Laut berhasil menggagalkan penyelundupan sabu-sabu seberat 1 ton yang diangkut kapal ikan berbendera Singapura, MV Sunrise Glory. Awak kapal dan barang bukti narkotika itu telah diamankan untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

 

Kadispenal Laksamana Pertama TNI Gig Jonias Mozes Sipasulta membenarkan adanya penangkapan tersebut. “Informasi lengkap mengenai penangkapan tersebut akan disampaikan Bapak Wakasal dalam konferensi pers di Batam, Sabtu siang ini,” kata Gig, Sabtu (10/2/2018) dini hari.

 

Informasi dari Dinas Penerangan TNI AL (Dispenal) menyebutkan, penangkapan ini dilakukan KRI Sigurot-864,  salah satu unsur Koarmabar yang sedang melaksanakan Operasi Pengamanan Perbatasan (Pamtas) RI – Singapura 2018 BKO Guskamlabar pada Rabu malam, 7 Februari 2018.

 

Proses penangkapan berawal saat KRI Sigurot-864 sedang melaksanakan patroli di perairan Selat Phillip, perbatasan antara Singapura-Batam, mendeteksi adanya kapal nelayan berbendera Singapura melintas di luar jalur pelayaran dan memasuki wilayah perairan Indonesia.

 

Atas dasar kecurigaan tersebut, Komandan KRI  melaksanakan prosedur pengejaran, penangkapan dan penyelidikan (Jarkaplid) serta peran pemeriksaan. Selama proses pemeriksaan awal, ditemukan bahwa MV Sunrise Glory merupakan kapal ikan yang mengibarkan bendera Singapura dengan 4 orang ABK berkewarganegaraan Taiwan.

 

“Setelah dilaksanakan pemeriksaan lebih lanjut, didapatkan bahwa MV Sunrise Glory seharusnya berbendera Indonesia dikarenakan seluruh dokumen kapal berasal dari Indonesia serta sesuai informasi dari nakhoda bahwa kapal tersebut berlayar dari Malaysia menuju Taiwan. Namun setelah dicocokan dengan dokumen port clearance yang ada menunjukkan bahwa kapal tersebut berlayar dari Malaysia menuju Thailand,” bunyi keterangan tertulis dari Dispenal.

 

Tim pemeriksa KRI Sigurot-864 mendapatkan seluruh dokumen kapal hanya merupakan foto copy atau tanpa dokumen asli. MV Sunrise Glory adalah kapal penangkap ikan berbendera Indonesia dan rencananya akan digunakan menangkap ikan di perairan Taiwan.

 

Selain pelanggaran dokumen, diduga kapal ini merupakan phantom ship karena berbendera ganda. MV Sunrise Glory juga diduga memiliki nama Sun De Man 66, sehingga diduga kapal tersebut memiliki beberapa nama. TNI AL menduga kapan ini sebelumnya pernah menjadi target operasi (TO) karena disinyalir membawa narkoba atau barang selundupan.

 

Atas dasar dugaan pelanggaran tersebut, maka MV Sunrise Glory dikawal oleh KRI Sigurot-864 menuju Pelabuhan Batu Ampar Batam guna proses pemeriksaan lebih lanjut oleh Lanal Batam. Hasilnya sungguh mengejutkan. Berdasarkan pemeriksaan, ditemukan puluhan karung beras yang ternyata berisi sabu-sabu. Diperkirakan berat total mencapai 1 ton.

 

Gig menerangkan, selain Wakasal,  penjelasan resmi terkait hal ini juga akan dihadiri antara lain oleh Kabareskrim Polri, Kepala BNN dan Pangarmabar.

 

Setelah kapal Sunrise Glori Tangkapan Guskamlabar diserahkan ke Lanal Batam, Kamis (8/2/2018) kemarin, petugas Lanal Batam mulai memeriksa satu persatu kapal tersebut.

 

Komandan Lanal Batam Letkol Iwan Setiawan mengatakan, di kapal yang diserahkan kemarin oleh Guskamlabar ditemukan narkoba jenis sabu-sabu.

 

“Ia kita temukan sabu. Ini baru digeledah belum tahu berapa banyak ini. Yang jelas, ini yang terbanyak dalam tangkapan ini,” ujar Iwan.(JR)

Leave a comment

Your email address will not be published.


*