Breaking News

Tempuh Jarak Rata-Rata 50 Kilometer Per Hari, Di Hari Keduabelas Aksi Long March SBSI Buruh PT Pelindo I Masuk Kota Pekanbaru

Tempuh Jarak Rata-Rata 50 Kilometer Per Hari, Di Hari Keduabelas Aksi Long March SBSI Buruh PT Pelindo I Masuk Kota Pekanbaru.

Memasuki hari kedua belas, aksi long march buruh PT Pelindo I yang tergabung dalam Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (SBSI) masih di Provinsi Riau.

Sejak memulai aksi jalan kaki dari Kota Medan hendak menuju Jakarta pada Jumat 20 Januari 2017, para peserta sudah menempuh jarak 659 kilometer hingga ke Kota Pekanbaru, Riau.

Ketua Dewan Pengurus Cabang Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (DPC SBSI) Medan, April Waruwu yang juga menjadi Koordinator Lapangan (Korlap) aksi mengatakan, hingga saat ini kondisi dari ratusan buruh yang ikut dalam aksi long march masih sehat dan semangat.

“Kondisi teman-teman masih fit semuanya. Mereka juga masih semangat sampai hari ini,” kata April Saat dihubungi, Selasa (31/01/2017).

Para buruh yang melakukan aksi tersebut melewati jalur lintas Timur Sumatera. Selama perjalanan banyak peserta yang melepuh kakinya dan luka saat berjalan.

Per harinya, lanjut dia, peserta aksi long march bisa menempuh jarak 50 kilometer. Setiap tiga jam, mereka beristirahat selama 30 menit, lalu kembali melanjutkan perjalanan.

“Disini kan jarak antara satu kota ke kota yang lain jauh, jadi kami kadang tidur di hutan, kami pasang tenda sama pasang lampu. Paling sedikit jarak yang kami tempuh itu 50 kilometer per harinya,” ucap April.

Target untuk sampai ke Ibu kota Jakarta, lanjut April, diperkirakan akan sampai setelah Pilkada DKI Jakarta terselenggara pada Februari 2017. Dalam perjalanan mereka juga dibekali peralatan memasak dan tiga buah mobil pengiring.

Tiga buah mobil itu digunakan untuk membawa logistik, pakaian dan untuk mengangkut para buruh yang jatuh sakit dalam perjalanan.

“Ada 3 mobil. Satu ungtuk mengangkut logistik. Yang satunnya untuk membawa tas teman-teman. Terus satu lagi untuk ngangkut onggota yang sakit,” tambahnya.

April mengatakan, logistik yang sudah mereka siapkan sudah semakin menipis. Sampai saat ini belum ada bantuan dana yang mereka terima.

Dalam perjalanan mereka terkadang medapatkan bantuan logistik dan tempat untuk beristirahat untuk sementara. ” Kadang kita dapat bantuan logistik dari pemerintah setempat yang kita lewati,” jelasnya.(Nando)

Leave a comment

Your email address will not be published.


*