Breaking News

Tekan Terus Sampai Mereka Menyerah

Operasi Tinombala Memburu Kelompok Teroris Santoso

Kelompok Teroris Santoso di Poso ditekan terus sampai menyerah.

Satuan Tugas (Satgas) Tinombala kembali menangkap kelompok teroris Abu Wardah alias Santoso di Poso, Sulawesi Tengah. Dalam kontak yang terjadi, satu orang anggota Kelompok Santoso yang diduga warga Uighur (Cina) tewas.

Namun pihak Kepolisian Republik Indonesia belum bisa memastikan apakah anggota Santoso yang tewas itu adalah orang Uighur.

“Kini sedang dilakukan tes DNA. Dan mengalami kesulitan, sebab harus ada pembanding, seperti sanak saudaranya. Dia anak buahnya Santoso, tapi ya masih diduga bahwa yang meninggal itu dari orang Uighur,” ujar Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Polisi Badrodin Haiti saat dihubungi Rabu (27/04/2016).

Sejauh ini, Operasi Tinombala yang terus bergerak untuk memburu dan menangkapi Kelompok Teroris Santoso masih dalam kondisi yang prima.
“Kemajuannya cukup baik. Kelompok itu (Kelompok Santoso dkk) kian terjepit,” ujarnya.

Kapolri menjelaskan, langkah yang dilakukan Tim Tinombala adalah dengan terus melakukan perburuan dan mengisolasi kelompok itu, sampai mereka menyerah.
“Yang pasti, kita akan tekan terus menerus. Tidak akan kita kasih peluang buat mereka untuk melakukan konsolidasi, tidak akan kita kasih peluang untuk membesarkan diri, jangan sampai makin besar kelompok ini. Jangan sampai seperti di Filipina Selatan itu, yang malah makin besar jumlah pasukan dan massanya. Dan mereka berlindung di balik massanya. Itu tidak boleh terjadi. Kita tidak akan kalah dengan kelompok-kelompok begini. Negara tidak boleh kalah,” papar dia.

Saat ini, lanjut Badrodin, diperkirakan anggota kelompok Santoso tinggal 25-an orang lagi. Kelompok ini pun kini dipecah-pecah lagi dalam kelompok-kelompok kecil, untuk menyerang dan untuk berusaha keluar dari persembunyian.

“Kita tidak akan biarkan, kita akan terus melakukan tekanan, supaya mereka tak bisa mengkonsolidasikan dirinya, dan supaya tidak bisa meminta bantuan dari kawan-kawannya dari luar. Dan kita juga menutup akses bantuan dari luar ke mereka. Pokoknya kita tekan terus,” ujar Badrodi.

Dia berharap, jika memungkinkan, maka Kelompok Santoso itu diminta untuk menyerah saja. Sebab, selain akan ada proses hukum jika menyerah, pemerintah Indonesia juga akan mempertimbangkan bantuan bagi kelompok teroris itu, asal mau menyerah dan kembali pada NKRI.

“Kita tekan saja terus, sampai mereka menyerah. Meskipun, kita tahu, Santoso tidak mau menyerah, ya kita tekanlah. Mereka sudah tidak memperoleh logistik. Akses sudah tertutup. Harapan kita, dengan penekanan, ya segeralah menyerahkan diri. Itu lebih baik. Dan setelah menyerahkan diri, kita akan proses hukum. Tentu kalau menyerah dan menjalani proses hukum, nantinya ada semacam keringanan bagi mereka. Itu, jika mereka mau menyerah. Tetapi kalau tidak, ya kita tidak akan kalah dong, tekan terus,” pungkas Bardodin.(JR-1)

Leave a comment

Your email address will not be published.


*