Breaking News

Tangkal Gerakan Radikal di Kampus, GMKI Ajak Mahasiswa Untuk Cerdas Berpancasila

Tangkal Gerakan Radikal di Kampus, GMKI Ajak Mahasiswa Untuk Cerdas Berpancasila.

Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) mengajak semua elemen mahasiswa agar berjibaku menangkal berbagai aliran radikal yang sudah menyusupi dunia kampus di Indonesia, belakangan ini.

 

Karena itu, langkah cerdas dan berani, dengan mengedepankan komunikasi yang sehat dengan setiap elemen masyarakat harus dilakukan.

 

Koordinator Wilayah I Pengurus Pusat Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (PP GMKI) meliputi Sumatera Uatara-Nangroe Aceh Darussalam (Sumut-NAD), Swangro Lumbanbatu menyampaikan, diterbitkannya Peraturan Pemerintah Pengganti Undang Undang (Perppu) Nomor 2 Tahun 2017 tentang pembubaran organisasi kemasyarakatan (Ormas) oleh Presiden Joko Widodo pasti menimbulkan pro dan kontra di masyarakat.

 

Namun, menurut Swangro, sebaiknya mahasiswa berpikir rasional dan dengan kepala dingin untuk menelisik dan memberikan respon terhadap berbagai pro-kontra atas terbitnya Perppu itu.

 

“Akhir-akhir ini, terjadi pro-kontra atas keputusan yang diambil oleh Presiden itu. Bagi sebagian pihak, terutama yang belum memahami dan yang merasa dirugikan dengan hadirnya Perppu itu, cenderung memberikan respon negatif dengan mempergunakan berbagai media. Oleh karena itu, kita mengajak masyarakat, khususnya mahasiswa untuk menelusuri kembali dengan cermat dan berkepala dingin sebelum berkomentar di media sosial,” tutur Swangro Lumbanbatu saat menjadi pembicara dalam Focus Group Discussion dengan tema ‘Meretas Ancaman Demokrasi di Indonesia: Respon Kaum Muda Terhadap Penerbitan Perppu Nomor 2 Tahun 2017 Guna Membendung Gerakan Ormas Anti pancasila’, yang diselenggarakan oleh Organisasi Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI), Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) dan Himpunan Mahasiswa Al Washliyah (HIMMAH), di Aula PW Al-Washliyah, Medan, Rabu (02/08/2017).

 

Potensi konflik karena terbitnya Perppu itu sangat besar. Karena itu, Swangro mengajak semua mahasiswa di kampus dan di luar kampus, agar mencermati terlebih dahulu perdebatan yang terjadi, sebelum memberikan respon. Dengan tetap berpegang teguh kepada Pancasila, dia berharap perdebatan tidak akan berujung pada konflik.

 

“Ada baiknya dibaca dahulu, sebelum menghakimi sesuatu hal. Ada baiknya melihat tujuannya dahulu dan beberapa respon yang bersifat kontra juga mengatakan keputusan Pak Presiden terlalu berbahaya. Banyak mahasiswa sedikit digosok saja di media sosial sudah panas, ikut-ikutan mencela menyatakan tidak suka tanpa landasan berpikir yang jelas. Mahasiswa harus cerdas dong,” ujar Swangro.

 

Secara nasional, disampaikan Swangro,  PP GMKI turut mengkawal  implementasi dari Perppu No. 2/2017 agar dipergunakan dengan bijaksana. Selain itu, perlu dilakukan upaya-upaya lainnya, seperti, membenahi pendidikan yang belakangan terakhir dikabari sudah dimasuki Ormas yang menyimpang Pancasila.

 

“Dunia kampus jugas udah disusupi gerakan dan ormas-ormas radikal yang anti Pancasila. Perlu kita sampaikan, bahwa pemerintah mendukung peran aktif organisasi kemahasiswaan dalam menanamkan nilai-nilai kebangsaan pada semua civitas akademika guna menangkal masuknya gerakan radikal yang menyimpang dari Pancasila,” ujarnya.

 

Dia juga mengingatkan bahwa pemerintah juga berkewajiban meningkatkan pengembangan riset, beasiswa, dan pelatihan kewirausahaan bagi mahasiswa dan masyarakat.

 

“Selain itu organisasi kemahasiswaan dapat dilatih untuk menggunakan media sosial dengan cerdas dan positif, sehingga akan lahir konten-konten positif untuk menandingi konten negatif seperti yang dibuat oleh  beberapa kelompok radikal,” papar dia.

 

Penanaman ideologi Pancasila di kampus-kampus harus kembali digalakkan secara serius. Sebab, sejak dahulu kala, sesuai dengan komitmen para pendiri Bangsa Indonesia, Pancasila menjadi satu-satunya asas dalam kehidupan bernegara, berbangsa, dan bermasyarakat.

 

Selain itu, Pancasila harus dihayati dalam setiap sendi pemerintahan, semua jajaran pemerintah, termasuk organisasi masyarakat yang merupakan bagian dari Negara itu sendiri.

 

“Kami menyampaikan kepada Bapak Presiden  bahwa GMKI dan berbagai organisasi kemahasiswaan lainnya adalah mitra strategis pemerintah dalam membina mahasiswa-mahasiswi agar menjunjung tinggi nilai-nilai kebangsaan dan Pancasila, serta mempersiapkan para mahasiswa ini untuk memiliki kompetensi yang unggul, kemandirian berpikir, dan daya saing di tingkat nasional, bahkan internasional,” pungkas Swangro.

 

Sebelumnya, Pengurus Pusat Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (PP GMKI) mendukung upaya tegas pemerintahan Jokowi untuk menegakkan dan menanamkan nilai-nilai Pancasila.

 

Hal itu ditegaskan Ketua Umum Pengurus Pusat Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (PP GMKI) Sahat MP Sinurat saat diterima Presiden dalam agenda audiensi, di Istana Negara.

 

“Kami memberikan apresisasi atas langkah dari Pak Presiden yang tegas dalam mengantispiasi gerakan radikalisme dengan membentuk Unit Kerja Presiden Pembinaan Ideologi Pancasila (UKP-PIP) dan menerbitkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang (Perppu) No. 2 Tahun 2017 tentang Organisasi Kemasyarakatan,”  kata Ketua Umum PP GMKI Sahat MP Sinurat, di Istana Negara, Senin (31/7/2017).

 

Menurut Sahat, pemerintah harus segera mengambil langka cepat dalam menangkal paham radikal di Perguruan Tinggi dengan memberikan nilai-nilai kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya dan masyarakat.

 

“Perguruan tinggi harus mulai membuka ruang bagi organisasi-organisasi yang telah secara tegas berbasis pada Pancasila untuk mendapatkan ruang dalam menanamkan Pancasila, nasionalisme dan semangat berbangsa dan bernegara. Tidak hanya itu, mahasiswa yang aktif dalam kegiatan organisasi perlu mendapat perhatian dalam hal bantuan biaya studi untuk dapat meningkatkan pengetahuan berbasis keilmuan untuk dapat dibaktikan kepada bangsa dan negara,” ujarnya.(JR)

Leave a comment

Your email address will not be published.


*