Breaking News

Tak Tahan Kelaparan, Anggota Teroris Kelompok Santoso Datangi Warga Dengan Senjata, Minta Makan, Ya Ditangkap Deh!

Tak Tahan Lapar, Anggota Teroris Kelompok Santoso Di Poso Minta Makan Ke Warga Di Kebun, Ya Ketangkap Dong Bro.

MAQ alias S alias Brother adalah salah seorang anggota teroris dari Kelompok Mujahidin Indonesia Timur (MIT) pimpinan Santoso dan sudah ditangkap anggota Satgas Tinombala tanpa perlawanan. Salah satu anggota teroris yang paling diburu di Poso itu diketahui memisahkan diri dari kelompoknya, karena tidak sanggup lagi bertahan di persembunyiannya setelah kehabisan logistik.

Penangkapan dilakukan angota gabungan TNI-Polri terhadap Brother, setelah yang mendapat laporan dari warga yang mengetahui keberadaannya. Brother meminta makanan kepada penduduk Desa Wuasa, Kecamatan Lore Utara, Kabupaten Poso.

“Yang bersangkutan ditangkap tanpa ada perlawanan ketika makam di rumah salah satu warga yang kemudian memberikan informasi kepada kami. Dia makan lahap sampai 6 piring saking kelaparan,” jelas Kabid Humas Polda Sulteng AKBP Hari Suprapto, Kamis (24/3/2016).

Brother yang bertugas  sebagai pencari logistik di kelompoknya itu pun mengaku tidak sanggup lagi bertahan dengan keadaan yang sudah sangat sekarat, sehingga dia terpaksa memisahkan diri dari kelompoknya dan mencari makanan sendiri.

“Perannya di kelompok ini sebagai patroli yang mencari logistik juga, jadi dia paling depan. Mereka bergerilya, jalan dari satu hutan ke hutan lainnya. Di sana, mereka mendirikan dua buah terpal sebagai tenda untuk beristirahat,” jelas Hari.

Anak buah Santoso itu datang dan meminta makanan kepada warga yang sedang berada di kebun, dengan cara menodongkan senjata kepada warga sekaligus mengancam untuk tidak melaporkan keberadaannya.

“Kemudian warga tersebut memberikan makan dan memberitahukan kepada warga lain yang kebetulan berada di sekitar kebunnya untuk segera kembali ke kampung untuk melapor kepada aparat Keamanan. Warga melapor karena mereka sudah kami imbau juga,” ungkap Hari.

Kondisi  teroris Kelompok Santoso sudah semakin terpojok akibat kekurangan logistic, membuat Brother memisahkan diri dan mengaku menyesal telah mengikuti kelompok MTI tersebut.

“Tersangka mengaku sudah tidak kuat ikut dengan kelompok Santoso karena sudah tidak jelas tujuannya dan jihadnya tidak sesuai dengan ajaran Islam,” jelasnya

Setelah tertangkapnya MAQ alias S alias Brother (19) tahun itu pada hari Senin (21/3) sekitar pukul 08.30 WITA di Desa Wuasa, membuat kekuatan Kelopok Santoso semakin berkurang.

Aparat gabungan TNI-Polri mampu mendesak dan menggiring Kelompok Santoso hingga keluar dari wilayah awal mereka. Sebanyak 2000 personel dari unsur Polri dan TNI dikerahkan dalam Satgas Operasi Tinombala.(Tornando)

Leave a comment

Your email address will not be published.


*