Breaking News

Tak Tahan Dengan Pelayanan Buruk, Barisan Rakyat Geruduk Kantor BPJS Ketenagakerjaan

Tak Tahan Dengan Pelayanan Buruk, Barisan Rakyat Geruduk Kantor BPJS Ketenagakerjaan.

Pelayanan buruk yang terus saja dipraktekkan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BPJS Naker) membuat para peserta muak dan kian tak tahan.

 

Untuk itu, para peserta BPJS Ketenagakerjaan yang tergabung dalam Barisan Rakyat Pengawas BPJS melakukan aksi protes keras ke Kantor Pusat BPJS Ketenagakerjaan di Jalan Gatot Subroto Nomor 79, Jakarta Selatan.

 

Koordinator Lapangan Barisan Rakyat Pengawas BPJS Imam Santoso menyampaikan, selama ini protes-protes yang dilakukan kepada petugas BPJS Ketenagakerjaan tidak diindahkan, malah pelayanan buruk kian menjadi-jadi. Karena itu, pihaknya sudah tidak tahan untuk tidak melakukan aksi protes ke kantor pusat BPJS Ketenagakerjaan.

 

“Sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan sudah seharusnya kita mendapatkan pelayanan yang baik dan prima. BPJS Ketenagakerjaan sudah seharusnya memastikan seluruh jajarannya agar dapat memberikan pelayanan dengan baik kepada setiap peserta,” tutur Imam Santoso, di Jakarta, Rabu (13/12/2017).

 

Namun apa yang terjadi? Menurut Imam, sungguh sangat disayangkan, kenyataan di lapangan menunjukan para peserta BPJS Ketenagakerjaan yang hendak mengajukan klaim malah mendapatkan pelayanan yang buruk seperti; harus antri sejak subuh, kantor BPJS Cabang hanya melayani 40 Peserta.

 

“Selain hal tersebut juga banyak dikeluhkan oleh para peserta harus menunggu selama satu sampai dua minggu klaim baru dapat dicairkan. Di salah satu cabang bahkan ada peserta yang harus datang menginap sejak jam sepuluh malam, hanya untuk mendapatkan nomor antrian,” ungkap Imam.

 

Dia menegaskan, kenyataan tersebut jelas sangat bertentangan dengan standar Pelayanan Publik. Seharusnya, lanjut dia, setiap BPJS Ketenagakerjaan dapat memberikan pelayanan yang optimal kepada peserta yang hendak mengajukan klaim.

 

“BPJS Ketenagakerjaan haruslah dapat memberikan Pelayanan sebaik mungkin. Tidak perlu ada peserta yang harus mengambil nomor antrian dari subuh, dan sangat disayangkan jika dalam satu hari hanya melayani sebanyak 40 pengajuan klaim,” tutur Imam.

 

Buruknya pelayanan harusnya segera diperbaiki oleh BPJS Ketenagakerjaan. Jika terus dibiarkan, kata dia, maka hal ini jelas sangat bertentangan dengan visi misi BPJS Ketenagakerjaan yang menyatakan sebagai Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kebanggaan Bangsa, yang Amanah, Bertatakelola Baik serta Unggul dalam Operasional dan Pelayanan.

 

“Berdasarkan fakta-fakta tersebut kami Barisan Rakyat Pengawas BPJS akan mengadakan aksi unjuk rasa di Kantor Pusat BPJS Ketenagakerjaan (Menara Jamsostek) Jalan Gatot Subroto Nomor 79 Jakarta Selatan,” ujarnya.

 

Imam juga mengajak seluruh peserta BPJS Ketenagakerjaan dan masyarakat agar melakukan protes keras terhadap buruknya pelayanan dan kinerja Direksi BPJS Ketenagakerjaan.

 

“Dukungan dari Bapak, Ibu, Saudara, Saudari, para peserta BPJS Ketenagakerjaan sangat perlu untuk mengubah watak dan pelayanan buruk yang dipertontonkan BPJS Ketenagakerjaan ini. Unjuk rasa ini dilakukan secara damai dan kami berharap akan ada pembenahan untuk perubahan pelayanan yang baik,” pungkas Imam.(JR)

1 Comment on Tak Tahan Dengan Pelayanan Buruk, Barisan Rakyat Geruduk Kantor BPJS Ketenagakerjaan

  1. “Titipan” nya ini…
    Ga jelas beritanya Boss..
    Masalah antri shubuh itukan udah lama kejadiaannya.. itupun krn yg mau klaim memang sgt butuh dana/uang sehingga mau tidak mau dia harus datang cepat2 u klaim..
    Macam mananya kawan ini ..

Leave a comment

Your email address will not be published.


*