Breaking News

Tak Sekedar Memilih Pemimpin, Penyelenggara Pemilu Diingatkan Konsisten Lakukan Prinsip Demokrasi

Tak Sekedar Memilih Pemimpin, Penyelenggara Pemilu Diingatkan Konsisten Lakukan Prinsip Demokrasi.

Penyelenggara Pemilihan Umum (Pemilu) diingatkan agar tidak asal-asalan menjalankan tugas dan kewajibannya meujudkan demokrasi yang beradab.

 

Ketua Ikatan Alumni Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia Cabang Nusa Tenggara Timur Melkior Wara Mas menyampaikan, Pilkada Serentak bukan sekedar alasan memilih kepala daerah, tetapi prinsip utama mengarahkan rakyat pada sesuatu yang fundamental yakni pengetahuan dan keterlibatan pada pembangunan dan peradaban politik bangsa.

 

Pada prinsipnya, lanjut Melkior, terselenggaranya pilkada serentak adalah untuk menjaga nilai-nilai institusional demokrasi dan kepercayaan di tengah perubahan sosial kemasyarakatan yang terus berkembang.

 

“Dan menggerakkan konstituen untuk memiliki pengetahuan Pilkada itu sendiri,” ujarnya, Rabu (08/03/2017).

 

Tugas utama penyelenggara pemilu, lanjut dia, adalah juga memberdayakan konstituen dengan memberikan pemahaman, pengetahuan, dan partisipasi publik.

 

“Serta mengurangi ataupun mencegah risiko seperti terjadinya konflik sosial, mencegah politik uang, dan apatisme politik pemilu,” ujarnya.

 

Karena itulah, menurut Melkior, perlu ada langkah menetapkan batasan untuk kolaborasi, otonomi, dan membagikan pengetahuan serta ide-ide, yang memberi arti pada peristiwa-peristiwa yang dapat terlihat berantakan dan kacau.

 

“Dan menjabarkan perubahan monumental dalam menginspirasikan perilaku sukarela-tingkat upaya, inovasi, dan kerja melayani masyarakat,” ujarnya.

 

Berkaca dari penyelenggaraan sejumlah Pemilu, Mekior menyampaikan, catatan penyelenggara pemilu adalah terjadinya perubahan demografi. Dia bilang, dalam semua probabilitas, faktor tunggal yang dominan di semua negara maju dan berkembang adalah perubahan populasi.

 

Dengan pertumbuhan demografi akan bertambah jumlah konstituen pemilu, terutama pemilih pemula, sehingga butuh kerja yang meningkatkan partisipasi aktif masyarakat.

 

“Dan partisipasi harus mengedepankan prinsip universal yang tidak ada pengecualiannya, yaitu kebebasan memilih. Tanggung jawab penyelenggara pemilu, memastikan keterlibatan pemilih pemula yang signifikan,” pungkasnya.(JR)

Leave a comment

Your email address will not be published.


*