Breaking News

Tak Pedulikan Korban KM Sinar Bangun di Danau Toba, Pasang Spanduk Sendirian, Pemuda Ini Suarakan Menteri Perhubungan Mundur Saja

Tak Pedulikan Korban KM Sinar Bangun di Danau Toba, Pasang Spanduk Sendirian, Pemuda Ini Suarakan Menteri Perhubungan Mundur Saja.

Seorang pemuda memanjat jembatan penyeberangan orang di depan Rumah Sakit St Carolus, Jakarta Pusat, Kamis subuh (19/07/2018).

Pemuda yang mengaku adalah seorang mahasiswa bernama Rudi Situmorang itu memasang spanduk bertuliskan ‘AMALAN RAKYAT (Aliansi Mahasiswa & Pemuda Untuk Kedaulatan Rakyat) Ganti Menteri Perhubungan Budi Karya, Karena Sudah Gagal Dalam Mengelola Pelayaran Yang Aman Bagi Masyarakat Indonesia. (Rudi Situmorang)’, di bagian jembatan penyeberangan, agar anggota masyarakat dan siapapun yang membacanya dapat menyuarakan keprihatinannya.

“Saya sangat prihatin dengan kejadian tenggelamnya Kapal Motor Sinar Bangun di Danau Toba beberapa minggu lalu. Pemerintah kok tidak berjibaku untuk menolong masyarakat, pemerintah kok membiarkan para korban di danau begitu saja? Saya prihatin dengan sejumlah kejadian dan kecelakaan kapal di berbagai tempat, termasuk Kapal Motor Lestari Maju di Selayar, Sulawesi Selatan,” ungkap Rudi, saat bertemu di lokasi pemasangan spanduk.

Menurut dia, Menteri Perhubungan Budi Karya adalah salah seorang yang paling bertanggung jawab atas berbagai kecelakaan transportasi laut itu. Karena itu, Rudi pun menuangkan keprihatinannya, dengan menyuarakan lewat spanduk.

Dia mengatakan, pemerintah melalui Menteri Perhubungan tidak bekerja menciptakan keselamatan dan keamanan bagi masyarakat pengguna transportasi laut. Dijelaskan pria yang masih duduk di Semeter 2 Fakultas Hukum Universitas Krisnadwipayana (Unkris) ini, dirinya pun muak dengan penyebaran berbagai isu keberhasilan pemerintah yang tidak mau bertanggung jawab atas keselamatan warga yang tenggelam.

“Keberhasilan semu saja yang digembar-gemborkan, kok korban berjatuhan dibiarkan begitu saja? Seolah tak ada yang terjadi. Kecelakaan demi kecelakaan perhubungan laut terus saja masih terjadi. Korban meninggal dunia tidak sedikit. Ini menandakan pengelolaannya bobrok. Mengapa tak bertanggung jawab?” tutur Rudi.

Dia berharap, dengan menyuarakan keprihatinannya lewat pemasangan spanduk, aka nada reaksi yang positif bagi masyarakat untuk mau peduli terhadap para korban. Dia juga berharap, pemerintah mau mendengarkan persoalan nyata yang dihadapi masyarakat.

“Jangan ditutup-tutupi. Jangan malah dibully-bully kalau ada masyarakat yang menyatakan kebenaran dan fakta, meskipun itu pahit karena isinya mengeritik,” tuturnya.

Rudi yang merupakan anak perantauan dari Sumatera Utara itu mengatakan, pemerintah harus bertanggung jawab, dan harus terus mengusut serta melakukan evakuasi terhadap korban KM Sinar Bangun yang tenggelam di Danau Toba beberapa waktu lalu.

“Ganti saja Menteri Perhubungannya kalau tidak mau dan tidak mampu. Kami mau evakuasi itu terus dilakukan. Jangan berhenti dan jangan menyerah. Orang pintar banyak di negeri ini, Negara kita juga punya alat yang canggih-canggih, punya uang, punya segalanya, kok malah tidak dilanjutkan evakuasinya?” ujar Rudi.(JR)

Leave a comment

Your email address will not be published.


*