Breaking News

Tak Pedulikan Buruh Terhempas di Trotoar Depan Istananya, Jokowi Kecewakan Rakyat

Tak Pedulikan Buruh Terhempas di Trotoar Depan Istananya, Jokowi Kecewakan Rakyat.

Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (DPP SBSI) Prof Dr Muchtar Pakpahan mengatakan kecewa dengan pemerintahan Jokowi yang ternyata tidak peduli terhadap buruh.

 

Kedatangan ratusan buruh PT Pelindo I Medan, Sumatera Utara, yang ingin bertemu dengan Presiden Republik Indonesia Jokowi, tidak dipedulikan dan mereka ditelantarkan di depan rumah Presiden sendiri yakni di depan Istana Negara yang sekaligus juga Istana Presiden.

 

Menurut Muchtar, kodisi yang dialami oleh buruh di Indonesia tidak sesuai dengan janji Nawacita yang di janjikan Jokowi pada Pemilihan Presiden pada tahun 2014 lalu.

 

Muchtar Pakpahan mengatakan, pemerintah tidak perduli terhadap persoalan buruh dan lebih mementingkan investasi yang masuk ke Indonesia. Menurutnya, pemerintahan Jokowi lebih berpihak kepada pengusaha asing daripada kepada buruh Indonesia, yang merupakan Rakyat Indonesia sendiri.

 

“Saudara-saudara sebangsa, setanah air dan yang punya hati nurani, dan yang punya jejaring dengan Presiden, Wakil Presiden dan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), mohon bantuannya menyampaikan derita buruh Pelindo I Medan ini,” kata Muchtar lewat pesan singkat yang diterima redaksi, Jumat malam (03/03/2017).

 

Muchtar menegaskan, dirinya pun sangat kecewa melihat pemerintahan Jokowi yang menelantarkan ratusan buruh PT Pelindo I yang saat ini sedang berada didepan Istana Negara.

 

Sudah enam hari ratusan buruh tersebut berada di depan Istana Negara yang ingin bertemu dengan Presiden RI. Namun, hingga saat ini pemerintah tidak perduli terhadap ratusan buruh yang datang dari Medan dengan berjalan kaki ke depan Istana Negara, hanya untuk bertemu dengan Presiden menyampaikan persoalan sebenarnya yang dihadapi buruh.

 

“Kawan-kawan buruh PT Pelindo I bermalam di depan Istana. Kena hujan dan angin malam. Mereka menantikan perhatian Presiden atau Wakil Presiden,” tambah Muchtar.

 

Ia berharap agar Pemerintah mau menyelesaikan persoalan yang dialami oleh PT Pelindo I, sehingga bisa segera kembali ke Medan dan berkumpul kembali dengan anak, isteri dan keluarga mereka.

 

Ratusan buruh tersebut, tambah Muchtar, akan tetap bertahan hingga adanya keputusan dari pemerintah yang mengabulkan permohonan mereka.

 

“Semoga Roh Tuhan berkenan juga menyampaikan kepada Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla. Mereka bertahan menunggu sikap presiden dan meminta stop Pemutusan Hubungan Kerja atau PHK, stop outsourcing dan angkat mereka jadi buruh tetap,” pungkasnya.(Nando)

Leave a comment

Your email address will not be published.


*