Breaking News

Tak Kunjung Ditebus, Tawanan Separatis Abu Sayyaf Asal Kanada Dipenggal

Sandera asal Kanada John Ridsdel dieksekusi oleh Separatis Abu Sayyaf dengan cara kepoalanya dipenggal.

Salah seorang tawanan separatis Filipina Abu Sayyaf dipenggal kepalanya oleh teroris yang berkeliaran di bagian Selatan Negara Filipina itu.
Tawanan bernama John Ridsdel (68) adalah salah seorang dari empat Warga Negara Kanada yang dieksekusi oleh Kelompok Abu Sayyaf dengan cara kepala dipenggal.

Seperti yang diberitakan di BBC Selasa (26/4/2016), Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau mengkonfirmasikan penemuan mayat Warga Negaranya tersebut.
Mayat tersebut ditemukan pada hari Senin dengan kepala terpenggal di sebuah pulau terpencil di Filipina, setelah batas waktu tebusan Abu Sayyaf berakhir. Namun Tentara Filipina belum mengkonfirmasi tentang penemuan Mayat tersebut.

Ridsdel diculik dari Marina dekat Kota Davao bersama dengan tiga orang lainnya yang merupakan Warga Negara Kanada, Robert Hall, Norwegia, Kjartan Sekkingstad, dan seorang wanita Filipina yang merupakan pacar dari Mr Hall, Marites Flor.

Penculikan tersebut terjadi pada bulan September tahun lalu. Mereka dibawa ke Pulau Jolo, Filipina Selatan. Kelompok Abu Sayyaf yang merilis sebuah video pada bulan November tahun lalu, yang menuntut uang tebusan sebesar 300 juta peso (Rp 84 miliar) untuk pembebasan mereka.

Sebelumnya kelompok Abu Sayyaf sudah memperingatkan akan memenggal salah seorang dari empat sandera jika Senin pukul 15.00 waktu setempat uang tebusan tidak diberikan.

Beberapa jam setelah batas waktu yang diberikan tidak kunjung mendapat uang tebusan, akhirnya salah satu WN Kanada tersebut dieksekusi dan ditemukan di sebuah jalan di Jolo. Pihak berwenang Filipina mengatakan itu milik seorang pria asing namun belum diidentifikasi secara resmi.

Salah satu teman Mr Ridsdel, Bob Rae, mengatakan “Sulit,Ini hanya sangat sulit. Saya telah terlibat di balik layar selama enam bulan terakhir mencoba untuk menemukan solusi dan itu sudah sangat menyakitkan,” ucapnya seperti yang dilansir di BBC.

Mr Ridsdel merupakan seorang mantan eksekutif pertambangan yang digambarkan oleh media Kanada sebagai semi-pensiun. Dia juga diketahui berprofesi sebagai wartawan.

Abu Sayyaf yang didirikan pada 1990-an dengan dana dari Al-Qaeda, dan kemudian berjuang untuk sebuah provinsi Islam di Selatan Filipina.

Salah satu komandannya baru-baru ini berjanji setia kepada apa yang disebut Negara Islam. Kelompok ini juga saat ini masih menyandera beberapa orang asing lainnya termasuk ke-10 Warga Negara Indonesia (WNI).(Tornando)

Leave a comment

Your email address will not be published.


*