Breaking News

Tak Ada Tenaga Pengajar, Prajurit Kostrad Jadi Guru di Perbatasan

Selain bertugas menjaga perbatasan RI-RDTL, tergabung dalam Satgas Yonif Raider 321/Galuh Taruna Kostrad, Kopda Syarif Hidayatulloh dan Kopda Nasru mengabdikan diri sebagai guru di SD Katolik Manusasi, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Tenaga pendidik di sekolah-sekolah daerah perbatasan masih sangat minim. Sebagai wujud tanggung jawab, selain tetap bertugas menjaga daerah perbatasan, para prajurit Komando Strategis Angkatan Darat (Kostrad) pun mengajar dan menjadi guru di sekolah-sekolah di perbatasan.

 

Kepala Penerangan Kostrad Letnan Kolonel Infanteri Agus Bhakti, S.Ip menyampaikan, daerah-daerah perbatasan yang dijagai oleh prajurit Kostrad masih minim guru yang mengajar di sekolah.

 

Seperti yang terjadi di wilayah perbatasan Nusa Tenggara Timur (NTT), Kopda Syarif Hidayatulloh dan Kopda Nasru mengabdikan diri  sebagai guru di samping ditugaskan untuk menjaga perbatasan RI-RDTL, tergabung dalam Satgas Yonif Raider 321/Galuh Taruna Kostrad.

 

Menurut Kopda Nasru Jaman dan Kopda Syarif mereka ditugaskan di NTT untuk menjaga perbatasan RI-RDTL  sebagai tugas pokok.

 

“Menjaga daerah perbatasan itu memang menjadi tugas pokok kami, namun kami melihat situasi dan kondisi di wilayah tanggung jawab kami yaitu di daerah Manusasi, sekolah dengan keterbatasan guru yang ada dalam memberikan pendidikan kepada anak-anak generasi penerus bangsa, kami merasa terpanggil untuk membantu dalam meningkatkan kecerdasan anak-anak di perbatasan,” ujar Kopda Nasru dikutip dari keterangan Kepala Penerangan Kostrad Letnan Kolonel Infanteri Agus Bhakti, S.Ip, Kamis (12/01/2017).

 

Maka, setiap hari Jumat pagi mereka berangkat ke sekolah  SD Katolik Manusasi. “Kami berdua memberikan materi IPS, Geografi, PBB dan Bela Negara. Murid kami seluruhnya 70 orang,” ucapnya.

 

Dengan kehadiran mereka ke sekolah untuk mengajar sebagai guru mata pelajaran, proses belajar mengajar lebih terbantu atas kekurangan guru di sekolah itu.

 

Kepala Sekolah SD Katolik Manusasi Agustinus mengaku, dengan keberadaan Kopda Nasru dan Kopda Syarif sangat membantu.

 

“Kami sangat terbantu sekali mereka mampu merubah karakter dan mewarnai anak anak menjadi lebih disiplin dan semangat dalam menempuh cita citanya, dengan adanya Satgas Yonif Raider 321/GT Kostrad. Mereka membantu segala bidang terutama masalah pendidikan, mereka tidak pernah kenal menyerah dalam mengajari anak anak, di SD Katolik Manusasi,” ujar Agustinus.

 

Dalam pernyataannya, Kepala Penerangan Kostrad Letnan Kolonel Infanteri Agus Bhakti, S.Ip menyampaikan, sudah menjadi panggilan jiwa setiap prajurit untuk dapat mengabdikan dirinya dalam membantu mengatasi kesulitan masyarakat di sekelilingnya.

 

“Berbuat terbaik, tulus dan ikhlas menjadi bagian dari motivasi dalam pelaksanaan tugas,” ujar Letkol Agus.(JR)

Leave a comment

Your email address will not be published.


*