Breaking News

Sumbang Rp 291 Juta, BPJS Ketenagakerjaan Peduli Korban Gempa Lombok

Sumbang Rp 291 Juta, BPJS Ketenagakerjaan Peduli Korban Gempa Lombok.

Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BPJS Naker) menyerahkan bantuan sebesar Rp291 Juta untuk korban Gempa Lombok.

Bantuan ini merupakan wujud kepedulian  BPJS Ketenagakerjaan terhadap korban gempa. Bantuan itu diserahterimakan langsung oleh Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan, Agus Susanto kepada Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat di Posko Gempa Gedung Sangkareang, Kantor Gubernur NTB, Minggu (12/08).

Dalam siaran persnya, Senin (13/08/2018), dijelaskan bahwa jenis bantuan yang diberikan  berasal dari program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) BPJS Ketenagakerjaan, berupa  kebutuhan langsung seperti selimut, terpal, makanan siap saji, air mineral, obat – obatan, susu, popok dan lainnya serta bantuan untuk dapur umum seperti kompor, penggorengan, dandang nasi, dandang sayur, tanki air yang semuanya berukuran besar untuk mengakomodir masyarakat dalam jumlah banyak.

Agus mengatakan, bencana ini adalah duka semua. Dia menyampaikan turut prihatin dan berduka atas bencana yang menimpa warga Lombok.

“Semoga bantuan ini dapat meringankan beban dan mempercepat proses pemulihan korban, baik secara fisik maupun mental. Bantuan ini kami sesuaikan dengan kebutuhan warga, berdasarkan laporan yang kami terima dari Kantor Cabang kami, yang telah berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah,” ujar Agus Susanto.

Penyerahan bantuan ini merupakan penyerahan tahap ke dua yang dilakukan oleh BPJS Ketenagakerjaan. Sebelumnya juga telah diserahkan bantuan  untuk korban Gempa di Lombok Timur dalam bentuk kebutuhan pokok yang dibutuhkan korban.

Agus Susanto juga menyerahkan Santunan kepada ahli waris korban gempa, yang menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan sejak tahun 2008 atas nama Ibu Erna Widayati, karyawati dari perusahaan yang bergerak di bidang  Tour and Travel. Almarhumah merupakan korban meninggal dunia pada saat bekerja, akibat gempa bumi Lombok yang terjadi pada Hari Kamis tanggal 9 Agustus 2018 jam 13.25 WITA dengan kekuatan 6,2 SR.

Santunan yang diberikan kepada ahli waris dalam hal ini Suami korban, atas nama Bapak Artana antara lain Santunan Jaminan Kecelakaan Kerja dan Saldo Jaminan Hari Tua.

Agus menjelaskan, pihaknya masih terus mendata peserta yang menjadi korban. BPJS Naker, kata dia, harus memastikan bahwa peserta akan menerima haknya sesuai dengan ketentuan.

“Jika dia meninggal karena kecelakaan kerja, maka ahli warisnya akan menerima hak yang sama seperti ahli waris Alm Erna. Sementara untuk korban yang harus menjalani perawatan karena kecelakaan kerja, kami jamin mereka akan kami biayai sampai sembuh berapapun biayanya, sesuai dengan kebutuhan medis. Hal ini merupakan bentuk tanggung jawab BPJS Ketenagakerjaan dalam memberikan perlindungan kepada para pekerja dan keluarganya,” tutur Agus.

Deputi Direktur Bidang Humas dan Antar Lembaga BPJS Naker, Ade R Adityawarman menambahkan, pihaknya berharap korban dan keluarga korban diberi kekuatan dan ketabahan dalam menghadapi musibah ini.

“Dengan penuh doa, semoga keadaan segera membaik, sehingga warga dapat kembali beraktivitas dengan normal,” ujarnya.

Ade menyampaikan, untuk tetap melayani dengan optimal di NTB, BPJS Ketenagakerjaan tetap membuka layanan untuk seluruh peserta dan calon peserta dengan menyesuaikan kondisi di lapangan.(JR)

Leave a comment

Your email address will not be published.


*