Breaking News

Sudah Tak Tahan Sengsara, 10.000-an Nelayan Kan Kepung Istana Negara, Minta Jokowi Copot Menterinya

Sebanyak sepuluh ribu massa nelayan dan mahasiswa dipersiapkan mengepung Istana Negara ke Jakarta, untuk menuntut pemerintahan Joko Widodo agar segera mencopot Menteri Kelautan dan Perikanan (MKP) Susi Pudjiastuti, lantaran selama ini nelayan Indonesia dibuat kian sengsara oleh berbagai kebijakan yang diterapkan pemilik maskapai Susi Air itu.

 

Koordinator Aksi yang juga Ketua Front Nelayan Indonesia, Rusdianto Samawa menyampaikan, para nelayan yang merupakan perwakilan dari beberapa provinsi itu, sudah tidak tahan dengan berbagai kebijakan pemerintah yang malah membuat kehidupan nelayan Indonesia kian morat-marit.

 

Menurut Rusdianto, para peserta aksi dari Lamongan, Rembang, Tegal, Batam, Brebes, Indramayu, Tangerang, Sukabumi, Pandeglang, Nusa Tenggara Barat (NTB), Maluku dan Jakarta itu juga mendesakkan agar Presiden Joko Widodo segera membatalkan berbagai kebijakan Menteri Susi Pudjiastuti, yang tidak pro kepada nelayan Indonesia.

 

“Sebanyak sepuluh ribu massa nelayan berama mahasiswa dari berbagai daerah akan ke Istana Negara pada Selasa hingga Rabu, 11-12 Juli 2017. Kami mendesak kepada Presiden untuk mencopot Susi Pudjiastuti dari jabatannya,” tutur Rusdianto, dalam keterangan persnya, Rabu (5/7/2017).

 

Selain itu, Presiden Jokowi juga diminta untuk membatalkan berbagai kebijakan yang dikeluarkam oleh Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti, dikarenakan tidak pro nelayan.

 

“Kami juga mendesakkan kepada Kepolisian Republik Indonesia untuk memeriksa Susi Pudjiastuti terkait skandal impor garam,” tuturnya.

 

Selain itu, lanjut Rusdianto, para demonstran juga akan meminta kepada KPK agar segera memeriksa Susi Pudjiastuti terkait hasil audit BPK RI Disclaimer atau Tidak menyatakan pendapat (disclaimer of opinion) setelah melalui proses audit yang ketat.

 

“Juga mendesak kepada Megawati Soekarnoputri agar tidak menahan-nahan Susi Pudjiastuti dari jabatannya,” ujar Rusdianto.

 

Sedangkan Koordinator Aksi Bidang Mahasiswa Anhar Tanjung, menyampaikan, aksi mengepung Istana kali ini pun adalah bentuk keprihatinan dunia perikanan tangkap yang dilarang menggunakan alat tangkapnya oleh Susi Pudjiastuti, pembudidaya ikan kerapu, industri perikanan kolaps dan peredaran kapal asing di laut Indonesia.

 

“Apalagi, Susi Pudjiastuti terlibat dalam beberapa skandal seperti pemberian rekomendasi impor garam, gagalnya tender pengadaan kapal, gagalnya pengadaan alat tangkap, hingga korupsi anggaran komando pemberantasan illegal fishing. Atas berbagai peristiwa tersebut sudah layak Susi Pudjiastuti disingkirkan dari kabinet, karena telah menyengsarakan nelayan,” tutur Anhar.

 

Dia mengatakan, kemerdekaan nelayan tidak akan tercapai apabila penjajahan atas nelayan belum dihapuskan dari berbagai peraturan dan Undang Undang yang berlaku.

 

“Nelayan menjadi korban bengisnya penguasa dengan berbagai produk kebijakan yang selama ini tidak mampu mensejahterakan,” ujarnya.

 

Padahal, lanjut dia, UUD 1945 telah mengamanahkan bahwa rakyat yang di dalamnya ada nelayan, harus diberi ruang untuk mendapatkan nafkah keluarga, berkumpul dan berproduksi ekonomi.

 

“Tetapi, sampai saat ini nelayan belum terlihat sejahtera karena negara sendiri memerasnya,” kata Anhar.

 

Seharusnya, lanjut Anhar, dengan ditemukannya berbagai persoalan di atas, pemerintahan Jokowi-JK kiranya lebih bisa memberi manfaat kepada nelayan.

 

“Selama 3 tahun ini, perjuangan nelayan belum ada solusi yang bisa dijamin. Sehingga nelayan pun tak kunjung mendapat kesejahteraan dari negaranya sendiri,” kata dia.

 

Sejauh inj, kata dia, pasangan Jokowi-JK malah membiarkan menteri Susi Pudjiastuti menindas nelayan dengan berbagai peraturan yang buatnya.

 

“Menjadi menteri selalu monoton, tak pernah mau kompromi dan musyawarah dengan nelayan, sehingga tak pernah ada solusi dari setiap kebijakannya. Dan kami mengajak kepada seluruh petani nelayan, mahasiswa dan pemuda Indonesia untuk turun kejalan,” ujarnya.(JR)

Leave a comment

Your email address will not be published.


*