Breaking News

Sudah Banyak Kasusnya, PKL Minta KPK Segera Menjerat Ahok

Sudah banyak dugaan korupsinya, KPK segeralah usut keterlibatan Ahok.

Pedagang Kaki Lima (PKL) akan mengawal pemeriksaan yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) atas dugaan korupsi perijinan Reklamasi Teluk Jakarta oleh Gubernur Provinsi DKI Jakarta Basuki Tjahaya Purnama alias Ahok.

Hal itu disampaikan Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Asosiasi Pedagang Kaki Lima Indonesia (APKLI) Ali Mahsun dalam keterangan pers yang diterima redaksi, Sabtu (09/04/2016).

Menurut Ali, bukan hanya untuk kasus suap terkait perijinan reklamasi itu yang perlu diusut KPK. Keterlibatan Ahok dalam dugaan korupsi di Rumah Sakit Sumber Waras pun harus dibongkar. Selain itu sejumlah dugaan korupsi lainnya dalam lingkaran Podomorogate, menurut Ali harus diteruskan.

“Begitu KPK menetapkan Ahok sebagai tersangka, untuk kasus Sumber Waras, Podomorogate, atau kasus lain semisal TransJakartaGate, PKL segera lakukan tasyakuran di Monas,” ujar Ali.

Menurut dia, Monas adalah perlambang lokasi PKL yang tergusur oleh pemerintah provinsi DKI Jakarta di bawah pimpinan Gubernur Ahok.

“Di Monas-lah Ahok membantai para PKL yang mengakibatkan tragedy 31 Desember 2014. Monas adalah miniature revolusi sosial 30 Juni 2015. Ahok harus segera disudahi, karena telah mencabik-cabik hak PKL sebagai rakyat, bagang dan warga negara Indonesia. Ahok telah menodai leluhur bangsa Indonesia, telah menodai pancasila dan Undang Undang Dasar 1945,” ujar Ali.

Bagi para PKL, lanjut dia, Ahok itu adalah penjajah dan penindas PKL. Mantan Bupati Belitung itu bukan gubernur atau pemimpin.  “Ahok penggerus ekonomi rakyat dan kedaulatan bangsa Indonesia. Bahkan aset ekonomi Indonesia diserahkan Ahok ke bangsa asing dengan senaknya sendiri,” ujarnya.

Sejumlah kasus korupsi seperti Sumber Waras Gate, Podomoro Gate, TransJakarta Gate, Monas Gate-Sosro Grup, Ragunan Gate, Mayapada Group, menurut Ali, sangat kasat mata. “Ahok adalah kepala mafia kongsi kapitalis multinasional asing, dia bukan gubernur dia bukan pemimpin,” ujar Ali.

Karena itulah, lanjut dia, bagi PKL, tak ada kata lain kecuali Ahok harus segera disudahi. “Segera hengkang dari Jakarta dan Indonesia”, ujar Ali yang juga dokter ahli kekebalan tubuh Ketua Umum Bakornas LKMI PBHMI 1995-1998 itu.

Untuk Ahok, lanjut dia, PKL tak ada toleransi secuilpun karena telah menindas dan menjajah PKL itu sendiri. Oleh karena itu, Ali berjanji, bahwa PKL akan mengawal proses pengusutan korupsi yang melibatkan Ahok di KPK.

“KPK tak boleh main-main soal Ahok, tak boleh korbankan kepentingan rakyat, bangsa dan negara Indonesia. Memangnya Ahok itu siapa sih? Kenapa skandal mega korupsi Ahok terus menerus dilindungi? Ada apa dengan Indonesia? Ada apa dengan KPK dan kepemimpinan Indonesia? Ahok itu bukan siapa-siapa, tak pernah ada jasa apapun di republik ini. Ahok tak pernah cucurkan darah dan nyawa untuk merebut kemerdekaan Indonesia,” ujar Ali.

Untuk itu, selaku Ketua Umum DPP APKLI, Ali sendiri akan memimpin PKL untuk menjungkalkan Ahok dari Jakarta dan dari Indonesia.

“Saya pimpim sendiri tasyakuran PKL di Monas Jakarta, begitu Ahok ditetapkan KPK sebagai tersangka. Monas jadi saksi sejarah tempat Ahok membantai PKL,” pungkas Ali yang juga Ketua Umum Presidium Sekber Indonesia Berdaulat itu.(JR-1)

Leave a comment

Your email address will not be published.


*