Breaking News

Sidang Kedua Kasus Pembunuhan Ala ‘Kopi Sianida’, Kuasa Hukum Jessica Ngotot Agar Eksepsinya Dikabulkan

Jaksa Ardito Muwardi: Eksepsi yang diajukan oleh penasehat hukum terdakwa tersebut tidak berdasarkan hukum dan patut ditolak. Kami selaku penuntut umum dalam perkara ini, memohon agar Majelis Hakim yang memeriksa dan mengadili perkara ini dijatuhkan putusan sela.

Sidang kedua kasus pembunuhan berencana yang diduga dilakukan oleh Jessica Kumala Wongso kembali digelar di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat Selasa (21/6/2016). Agenda pada persidang kedua ini mengenai pembacaan pendapat Jaksa atau replik terkait eksepsi yang dilakukan kuasa hukum terdakwa pada sidang perdana minggu lalu.

Saat pembacaan tanggapan, Jaksa Ardito Muwardi mengatakan eksepsi yang diajukan oleh penasehat hukum terdakwa tidak berdasarkan hukum.

“Eksepsi yang diajukan oleh penasehat hukum terdakwa tersebut tidak berdasarkan hukum dan patut ditolak. Kami selaku penuntut umum dalam perkara ini, memohon agar Majelis Hakim yang memeriksa dan mengadili perkara ini dijatuhkan putusan sela,” kata Ardito di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.

Menurutnya, Jessica sudah mempunyai niat untuk melakukan pembunuhan terhada Mirna karena pelaku sudah mempunyai rasa dendam terhadap korban.

“Nah, itu subjeknya, bukan semata-mata pada alat apa yang dipakai. Namanya pembunuhan berencana itu dia merencanakan bunuh pakai pisau, ternyata bunuh pakai cangkul, ya bisa saja,” ungkap Ardito.

Mejelis hakim akan memberikan putusan terkait eksepsi yang di ajukan oleh kuasa hukum terdakwa pada jadwal persidangan selanjutnya yakni pada Selasa (28/6/2016).

“Persidangan akan ditunda dan akan ditetapkan hari Selasa, 28 Juni 2016. Jaksa diminta hadirkan terdakwa,” kata Ketua Majelis Hakim, Kisworo.

Kuasa Hukum Jessica, Otto Hasibuan mengatakan, majelis hakim harus mengabulkan eksepsi dalam sidang lanjutan pada minggu depan.

“Kalau berpegang dengan aturan hukum mestinya itu harus dikabulkan pada besok karena jelas sekali bagaimana mandakwai seseorang tidak ada uraian yang lengkap,” kata Otto usai persidangan.

Menurut Otto, tuntutan Jaksa Penuntut Umum tidak bisa membuktikan bagai mana kronologi masuknya racun sianida ke dalam minuman Wayan Mirna Salihin. Kemudian, tidak dijelaskan darimana tersangka mendapat racun sianida tersebut.

“CCTV tidak menunjukannya juga, dan akhirnya disebut Jessica memanipulasi sudut yang direkam CCTV seperti Film James Bond yang akan membunuh orang dan karena tahu ada CCTV, dimatikan dulu CCTV-nya,” lanjut Otto.

Otto mengatakan, Jaksa harus bisa menguraikan secara jelas bagai mana racun masuk ke dalam minuman Wayan Mirna Salihin dan bentuk dari racun yang digunakan untuk membunuh korban.

“Kalau tidak dibuktikan, kalau matinya bukan karena racun bagaimana? Jadi bagaimana ia bisa menuduh membunuh orang tapi dia tidak bisa memastikan bahwa sianida ini yang membuat korban mati. Pasti kabur dong,” papar Otto.(Tornando)

Leave a comment

Your email address will not be published.


*