Breaking News

Sibuk Cari Calon Wakil Presiden, Jokowi Disarankan Cari Pendamping Yang Jago Ekonomi

Sibuk Cari Calon Wakil Presiden, Jokowi Disarankan Cari Pendamping Yang Jago Ekonomi.

Jika Presiden Joko Widodo masih maju sebagai Calon Presiden pada Pemilihan 2019, bekas Walikota Solo itu disarankan berpasangan dengan Calon Wakil Presidennya yang jago ekonomi. Sebab, persoalan utama Indonesia adalah persoalan ekonomi yang tak kunjung membaik.

 

Ketua Presidium Perhimpunan Masyarakat Madani (Prima) Sya’roni menyampaikan, apabila salah dalam menentukan calon wakil presiden, maka nasib Jokowi bisa sangat tragis di Pilpres 2019 mendatang.

 

Sya’roni mengatakan, meskipun kini sejumlah Partai Politik (Parpol) telah menyatakan akan mengusung Jokowi sebagai Calon Presidennya di 2019, namun jika tidak memperoleh calon wakil presiden yang mampu menyelesaikan persoalan-persoalan ekonomi bangsa saat ini, akan sulit bagi Jokowi untuk melangkah mulus.

 

“Bila Jokowi ingin didampingi oleh sosok ekonom, maka harus mencari figur baru di luar Kabinet Kerja,” tutur Sya’roni, di Jakarta, Sabtu (24/02/2018).

 

Dia mengatakan, selama pemerintahan Jokowi ini, punggawa utama  tim ekonomi Kabinet Kerja sudah terbukti gagal mengerek pertumbuhan ekonomi. Data dari tahun 2014 hingga 2017, lanjut Sya’roni, menunjukkan pertumbuhan ekonomi ajeg di angka 5 persenan. Inilah angka pertumbuhan ekonomi berturut-turut dari 2014 hingga 2017 yakni 5,02 persen, 4,88 persen, 5,02 persen dan 5,07 persen.

 

“Selain prestasi yang buruk, para punggawa utama tim ekonomi Jokowi juga diduga terlibat skandal Bank Century. Sehingga dikhawatirkan bisa kembali menyulut aksi besar-besaran sebagaimana yang pernah terjadi di era SBY dimana Wapres Boediono juga diduga terlibat dalam skandal Bank Century,” ujarnya.

 

Dan yang terparah, kata dia, para punggawa utama tim ekonomi Jokowi adalah pengikut mazhab Neolib, dimana dalam kebijakannya selalu menggencet rakyat dengan berbagai pencabutan subsidi dan kebijakan lainnya yang tidak pro rakyat kecil.

 

“Meskipun di jajaran menteri ekonomi ada yang menerima penghargaan sebagai menteri terbaik di dunia namun diduga kuat penghargaan tersebut bukan karena faktor prestasi yang ditorehkan,” katanya.

 

Bagi Sya’roni, boleh saja Jokowi super optimis akan memenangkan Pilpres 2019, namun bila salah dalam memilih cawapres bisa bernasib lebih buruk dari eranya Presiden SBY. Oleh karena itu, lanjut dia, bila Jokowi ingin didampingi sosok ekonom, maka carilah figur yang pro ekonomi kerakyatan.

 

“Yakni figur yang mampu mengangkat pertumbuhan ekonomi melesat tinggi dengan mengandalkan basis-basis ekonomi kerakyatan. Dan maaf, ekonom tersebut saat ini tidak ada dalam tim ekonomi Kabinet Kerja,” ujar Sya’roni.

 

Dia mengingatkan, Jokowi perlu memperhatikan jangan sampai mengulangi kesalahan yang pernah dilakukan oleh SBY saat memilih Budiono sebagai Cawapresnya. Menurut dia, suasana kebathinan Jokowi saat ini hampir mirip dengan SBY kala itu, yakni sama-sama diliputi optimisme yang super tinggi sehingga tidak masalah disandingkan dengan siapapun, bahkan bila disandingkan dengan sandal jepit pun optimis akan tetap menang.

 

Memang di laga Pilpres 2009, pasangan SBY-Boediono berhasil memenangkan kompetisi Pilpres. Namun meskipun menang, SBY selama 5 tahun kepemimpinan keduanya tidak bisa menikmati pemerintahan, karena harus menghadapi gelombang demonstrasi yang menghendaki diusutnya Boediono terkait dengan skandal bail-out Bank Century.

 

“Boediono yang tadinya diharapkan berkonstribusi mengangkat perekonomian nasional ternyata selama 5 tahun menjadi beban SBY. Dan akhirnya pun pemerintahan SBY ditutup dengan pertumbuhan ekonomi yang menurun. Itulah akibatnya bila salah dalam memilih Cawapres,” tuturnya.

 

Demikian halnya Jokowi, bila salah dalam memilih Cawapres juga bisa mengalami nasib yang serupa, bahkan bisa lebih tragis yakni bisa kalah dalam Pilpres 2019.

 

“Karena sejumlah survei menyatakan elektabilitas Jokowi semakin menurun karena dipicu oleh ketidakpuasan publik terhadap pembangunan ekonomi,” pungkas Sya’roni.(JR)

Leave a comment

Your email address will not be published.


*