Breaking News

Setelah Dimenangkan Rakyat, Perekonomian Ternyata Tidak Pro Rakyat, Presiden Jokowi Diminta Segera Mengganti Tim Ekonominya

Setelah Dimenangkan Rakyat, Perekonomian Ternyata Tidak Pro Rakyat, Presiden Jokowi Diminta Segera Mengganti Tim Ekonominya.

Presiden Joko Widodo diminta segera melakukan penggantian Tim Ekonomi yang menjalankan roda pemerintahan di Kabinet. Hingga saat ini, kondisi perekonomian Bangsa Indonesia dirasa jauh dari harapan masyarakat pemilih ketika Jokowi mengkampanyekan akan menerapkan Tri Sakti dan Nawacita di Pilpres 2014 lalu.

Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Serikat Rakyat Indonesia (Serindo) Jones Batara Manurung menyampaikan, harapan baru yang sempat terbit di kalangan masyarakat Indonesia yang berbondong-bondong memberikan dukungan kepada Jokowi di Pilpres lalu, kini kian surut.

“Kesungguhan Presiden Jokowi yang konsisten menjalankan ajaran Trisakti dapat dilihat sejauh mana strategi dan kebijakan ekonomi Indonesia, yang dalam prakteknya kini malah semakin memperkuat kemandirian ekonomi Indonesia dari dominasi modal asing,” tutur Jones Batara Manurung, di Jakarta, Rabu (20/09/2017).

Dijelaskan Direktur Eksekutif Nasional Rumah Tani Indonesia (RTI) ini, memenangkan politik kerakyatan pada kondisi terkini setidaknya harus memberikan ruang bagi para ekonom yang pro rakyat, yang memahami pembacaan terhadap situasi.

Bagi pria yang masih menjebat sebagai Sekjen Relawan Duta Jokowi ini, memenangkan politik kerakyatan pada sisa periode Presiden Jokowi bukan sekedar memberi jalan pada periode kedua, namun lebih dari pada itu bahwa memenangkan politik kerakyatan ditunjukkan dengan membangun pondasi sistem ekonomi kerakyatan.

“Persoalannya adalah apakah tim ekonomi Presiden Jokowi pada saat ini dapat memenuhi ekspektasi upaya pembangunan kembali sistem ekonomi kerakyatan kita? Dalam jangka pendek, Presiden Jokowi harus menyusun kembali formasi tim ekonomi Kabinet Kerja, hal ini harus dilakukan dengan pertimbangan situasi ekonomi politik terkini. Hal terpenting dari penyusunan kembali tim ekonomi tersebut adalah upaya pembangunan kembali ekonomi kerakyatan kita,” ujarnya.

Saat ini, lanjut Jones Batara, Presiden Jokowi membutuhkan tim ekonomi yang beridentitas “profesional progresif” yang dapat memecahkan kebuntuan tata kelola ekonomi yang masih dikuasai segelintir kelompok dan dikelilingi para pemburu rente.

“Untuk itu Presiden Jokowi harus memiliki tim ekonomi yang profesional, berani dan tidak memiliki irisan kepentingan bisnis dengan potensi perekonomian kita,” katanya.

Daripada kian jauh dari visi misi yang dijanjikan Jokowi, Jones Batara mengusulkan agar Tim Ekonomi yang ada saat ini dikembalikan kepada sosok yang dikenal lebih progresif dan pro rakyat.

“Model ekonom seperti Rizal Ramli dapat menjadi salah satu yang bisa diharapkan dalam tim ekonomi yang memiliki kapasitas dan keberanian, profesional progresif, dalam misi pembangunan kembali ekonomi kerakyatan kita,” ujarnya.

Memang, lanjut dia, Rizal Ramli sudah pernah terlibat di Kabinet Kerja Presiden Jokowi, sayangnya Rizal Ramli keluar tanpa reserve dari Kabinet Kerja. Karakter layaknya seorang aktifis progresif, yang suka “ngepret” membuat seorang Rizal Ramli harus digeser karena dianggap “mengganggu” kepentingan pihak tertentu.

Tidak ada salahnya, kata Jones, dengan Tim Ekonomi yang berjiwa kerakyatan (profesional progresif) dapat menjadi stimulus bagi upaya penuntasan agenda Jokowi sebagaimana janjinya pada masa kampanye.

“Tim ekonomi tersebut yang diharapkan dapat membuka jalan yang lebih mudah untuk periode kedua Jokowi. Tim Ekonomi profesional progresif ini memiliki tugas membangun kembali pondasi sistem ekonomi kerakyatan Indonesia untuk bisa menyingkirkan politik identitas dan memenangkan politik kerakyatan,” ujarnya.(JR)

Leave a comment

Your email address will not be published.


*